Berisi jawaban Ayub atas perkataan pertama Zofar, orang Naama, mengenai pencobaan yang dialami Ayub dalam pembicaraan antara Ayub dengan ketiga sahabatnya.
Ayub 14:1–22 = Setelah mati tidak ada harapan lagi
Ayat 14-15
"14Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi Maka aku akan menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba giliranku; 15 maka Engkau akan memanggil, dan akupun akan menyahut; Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu."[3]
Ayub percaya bahwa setelah mati dan memasuki dunia orang mati (Ayub 14:13), Allah akan memanggil dia keluar dari kubur (Ayub 14:15; 1 Korintus 15:20; 1 Tesalonika 4:16–17); dengan kata lain, Ayub mengungkapkan harapan akan kebangkitan pribadi (Ayub 19:25–26) Dasar penantian yang penuh harapan ini ialah kasih Allah yang sungguh-sungguh bagi umat-Nya, yaitu "Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu" (Ayub 14:15). Untuk sesaat, Ayub menjangkau kepada Allah dengan ungkapan iman yang meluap-luap.[4]
Referensi
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
↑(Indonesia) WS Lasor, Pengantar Perjanjian Lama 2, sastra dan nubuatan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994.