"Pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, tulang-tulang raja-raja Yehuda, tulang-tulang pemuka-pemukanya, tulang-tulang imam-imam, tulang-tulang nabi-nabi dan tulang-tulang segenap penduduk Yerusalem akan dikeluarkan dari dalam kubur mereka."[7]
Yeremia mengacu kepada pembinasaan Yehuda dan Yerusalem yang mendatang seakan-akan telah terjadi. Nasib mereka adalah akibat dari pemberontakan dan dosa mereka yang tegar (bandingkan Yeremia 7:24). Penglihatan tentang kehancuran itu membuat Yeremia sangat sedih (Yeremia 8:18–22); tetapi sementara dia memberitakan malapetaka, para nabi palsu menubuatkan damai sejahtera (Yeremia 8:10–11). Di zaman Perjanjian Lama, dianggap sebagai penghinaan terhebat untuk membiarkan orang mati tidak dikubur. Selaku hukuman yang pantas atas penyembahan berhala, Allah menyatakan maksud-Nya membiarkan tulang-tulang umat itu tersingkap di depan bintang-bintang yang mereka sembah.[8]
Ayat 7
Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN.[9]
"Burung ranggung" diterjemahkan dari bahasa Ibrani חסידה (khasidah; bahasa Inggris:storkcode: en is deprecated )
"Burung tekukur" diterjemahkan dari bahasa Ibrani תר (tor; bahasa Inggris:turtledovecode: en is deprecated )