Memuat firman TUHAN yang datang kepada Yeremia, ketika Nebukadnezar, raja Babel, dan segala tentaranya, segala kerajaan di bumi yang di bawah pemerintahannya, dan segala bangsa berperang melawan Yerusalem dan segala kotanya:[3]
Yeremia 34:8–22 = Janji kepada budak-budak Ibrani tidak ditepati
Ayat 5
"Engkau akan mati dengan damai. Dan sebagaimana dinyalakan api untuk menghormati bapa-bapa leluhurmu, raja-raja dahulu, yang hidup sebelum engkau, demikianlah orang akan menyalakan api untuk menghormati engkau, dan akan meratapi engkau dengan berkata: Aduhai, tuan! Sungguh, Akulah yang mengucapkan firman ini, demikianlah firman TUHAN."[4]
Raja Yehuda yang terakhir, Zedekia, sesuai nubuat Yeremia, mati karena sebab alamiah dalam pembuangan ke Babel, tidak dibunuh dengan pedang (ayat Yeremia 34:4). Menurut 2 Raja–raja 25:6–7, orang menyembelih anak-anak Zedekia di depan matanya, kemudian dibutakannyalah mata Zedekia, lalu dia dibelenggu dengan rantai tembaga dan dibawa ke Babel.[5]
ketika tentara raja Babel berperang melawan Yerusalem dan segala kota Yehuda yang masih tinggal, yaitu Lakhis dan Aseka, sebab kota-kota itulah yang masih tinggal di antara kota-kota Yehuda sebagai kota-kota yang berkubu.[7]