Firman yang disampaikan TUHAN dengan perantaraan nabi Yeremia mengenai Babel, mengenai negeri orang-orang Kasdim:[7]
Yeremia bernubuat tentang kejatuhan Babel, suatu peristiwa yang memainkan peranan penting dalam sejarah penebusan.
Ketika sang nabi mengucapkan kata-kata ini, umat Allah sedang dalam pembuangan di sana dan terancam pembauran dengan bangsa dan kebudayaan yang lain. Apabila hal itu terjadi, maka keselamatan melalui keturunan Abraham akan mustahil. Kekuasaan Babel atas Israel harus dipatahkan dan umat Allah dibebaskan supaya Allah dapat menjalankan kehendak-Nya dan bersiap-siap untuk kedatangan Mesias. Walaupun Babel menjadi negara adikuasa ketika itu, Yeremia menubuatkan kejatuhannya lima tahun sebelum Yerusalem direbut (Yeremia 51:59–60).
Akan tetapi, nubuat Yeremia menjangkau lebih jauh daripada kekalahan Babel oleh Koresy (lihat Yeremia 50:3); nubuat ini meramalkan kebinasaan Babel yang akan menyebabkan Israel dan Yehuda mengadakan suatu perjanjian kekal dengan Allah yang tidak akan pernah dibatalkan (Yeremia 50:4–5). Kebinasaan ini akan terjadi pada akhir masa kesengsaraan (lihat Wahyu 17:1).[8]