Firman yang datang kepada Yeremia untuk semua orang Yehuda yang diam di tanah Mesir, di Migdol, di Tahpanhes, di Memfis dan di tanah Patros: (TB)[6]
Yeremia menyampaikan beritanya yang terakhir kepada orang Yahudi yang tidak mau bertobat di Mesir; hukuman Allah atas mereka sudah pasti (Yeremia 44:11–14) karena mereka tetap menolak Tuhan yang Mahakuasa dan terus menyembah berhala.Yeremia menyampaikan beritanya yang terakhir kepada orang Yahudi yang tidak mau bertobat di Mesir; hukuman Allah atas mereka sudah pasti (Yeremia 44:11–14) karena mereka tetap menolak Tuhan yang Mahakuasa dan terus menyembah berhala.[7]
Ayat 30
"Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyerahkan Firaun, Hofra, raja Mesir, ke dalam tangan musuhnya dan ke dalam tangan orang-orang yang berusaha mencabut nyawanya, sama seperti Aku telah menyerahkan Zedekia, raja Yehuda, ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, musuhnya yang berusaha mencabut nyawanya."[8]
Harapan untuk hidup makmur bagi sisa orang Yahudi yang pindah ke Mesir (dan memaksa Yeremia ikut) itu punah bersama kejatuhan Firaun Hofra. Pada tahun 570 SM, Hofra digulingkan melalui kudeta oleh jenderalnya sendiri, Amasis. Tiga tahun kemudian (567 SM) ia dihukum mati, sesuai nubuat yang disampaikan oleh Yeremia pada ayat ini.[9]