Memuat penganiayaan yang dialami oleh Yeremia di tangan Pasyhur bin Imer, imam yang pada waktu itu menjabat kepala di rumah TUHAN. Setelah mendengar Yeremia menubuatkan perkataan-perkataan itu, Pasyhur memukul nabi Yeremia dan memasungkan dia di pintu gerbang Benyamin yang ada di atas rumah TUHAN selama sehari penuh. Maka TUHAN berfirman melalui Yeremia bahwa Pasyhur dan keluarganya akan dibuang ke Babel dan mati di sana.[3]
Tetapi ketika Pasyhur keesokan harinya mengeluarkan Yeremia dari pasungan itu, berkatalah Yeremia kepadanya: "TUHAN akan menyebut namamu bukan Pasyhur, melainkan Kegentaran-dari-segala-jurusan."[7]
Yeremia dipukuli, mungkin ia didera 40 kali (lihat Ulangan 25:2–3), lalu dipasung. Akan tetapi, sang nabi menolak untuk tunduk kepada sakit jasmaniah dan terus memberitakan kehancuran bangsa itu. Ia memberi nama baru kepada Pasyhur, "Magor Missabib" yang berarti "kegentaran dari segala jurusan"; Pasyhur dan bangsa itu sebentar lagi akan mengalami kegentaran di sekitar mereka.[8]