Berbentuk akrostik, yaitu setiap ayatnya dimulai dengan huruf yang berurutan dalam abjad Ibrani.
Dalam naskah kuno Alkitabbahasa Yunani, Septuaginta, sebelum Ratapan 1:1, terdapat kata-kata: "Dan terjadilah, setelah Israel dibawa ke dalam pembuangan, dan Yerusalem dibuat sunyi, Yeremia duduk menangis, dan meratapkan ratapan ini mengenai Yerusalem, dan berkata".[3]
Ah, betapa terpencilnya kota itu, yang dahulu ramai! Laksana seorang jandalah ia, yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa. Yang dahulu ratu di antara kota-kota, sekarang menjadi jajahan. (TB)[7]
Ah, betapa terpencilnya kota itu, yang dahulu ramai! Laksana seorang jandalah ia, yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa. Yang dahulu ratu di antara daerah-daerah, sekarang menjadi hamba. (TB2)
Yeremia mengungkapkan kesedihannya yang mendalam karena kejatuhan Yerusalem dan keadaan tragis yang menyebabkannya. Kota kudus itu diumpamakan sebagai janda kesepian yang kehilangan anak-anaknya dan dikhianati handai taulannya; ia ditinggal sendiri tanpa ada orang untuk menghibur dirinya.[8]
Ayat 5
Lawan-lawan menguasainya, seteru-seterunya berbahagia. Sungguh, TUHAN membuatnya merana, karena banyak pelanggarannya; kanak-kanaknya berjalan di depan lawan sebagai tawanan. (TB)[9]
Lawan-lawan menguasainya, seteru-seterunya aman sentosa. Sungguh, TUHAN membuatnya merana, karena banyak pelanggarannya. Kanak-kanaknya berjalan di depan lawan sebagai tawanan. (TB2)
Musibah penderitaan, kerusakan, dan kehilangan dihubungkan dengan dosa bangsa itu (Ratapan 1:8–9,14,18,20,22). Merekalah yang mendatangkan hukuman atas diri mereka sendiri. Terus-menerus berbuat dosa senantiasa mengakibatkan hukuman dari Allah (Roma 6:23).[8]
Gloss on The Lamentations of Jeremiah - Sebuah salinan kitab Ratapan dengan ilustrasi dan tafsiran (gloss) karya Gilbert of Auxerre (meninggal tahun 1134) yang dibuat di Austria pada paruh kedua abad ke-12 dan berasal dari biara di Seitenstetten.