Berbentuk akrostik, yaitu setiap 3 ayat dimulai dengan huruf yang sama, mengikuti urutan dalam abjad Ibrani.
Dalam pasal ini bangsa Israel yang menderita itu digambarkan sebagai manusia yang ada di bawah hukuman Allah, tetapi masih memiliki harapan akan dipulihkan. Orang semacam itu menerima kebenaran bahwa kasih dan pertolongan Allah akan datang kepada mereka yang bertobat dan tetap menantikan Tuhan (Ratapan 3:22-27).[3]
"ipuh" atau "hia" dari bahasa Ibrani: לענה la-‘ă-nāh (bahasa Inggris:wormwoodcode: en is deprecated atau hemlock). Kata benda feminin dari akar kata bahasa Ibrani atau Arab yang berarti "laknat; kutukan" (juga sebagai kata kerja), demikian pula bahasa Nabataean לצנת (kata kerja לען); — kiasan untuk sesuatu yang pahit: — atau penyelewengan keadilan, Amos 5:7; Amos 6:12 ("" ראֹשׁ; akibat penyembahan berhala, Ulangan 29:17; ׳י"teguran, penghajaran" Yeremia 9:14 ("" מֵ֯ירֿאֹשׁ, Yeremia 23:15, Ratapan 3:15 ("" מְרוֺרִים), Ratapan 3:19 ("" ראֹשׁ); persamaan untuk "kepahitan" (מָרָה) akibat berhubungan dengan perempuan asing Amsal 5:4. — mengenai terjemahan Yunani (Artemisia absinthium, dan seterusnya, bahasa Yunani ἀψίθιον) compare Löw 80f. 401, 421 TristrNat, Hist. Bib. 493.[13]
Kata "ipuh" ("la'anah") dan "racun" ("rosh") tertulis dalam urutan terbalik ("ipuh atau/dan racun"; "rosh we-la'anah") pada Ulangan 29:18.
Ayat 21
Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap[14]
Yeremia ingin agar bangsa itu tahu bahwa masih ada harapan. Mereka masih dapat berharap karena alasan-alasan berikut:
1) Murka Tuhan hanya berlangsung untuk sesaat, tetapi kasih-Nya yang besar tidak pernah berakhir (Ratapan 3:22). Allah tidak menolak Yehuda selaku umat perjanjian-Nya dan Dia masih mempunyai rencana bagi mereka.
2) Tuhan itu baik dan pemurah kepada mereka yang menantikan Dia dalam kerendahan hati dan penyesalan (Ratapan 3:24–27).
3) Tuhan ingin menunjukkan belas kasihan-Nya kepada para penderita apabila maksud-Nya dalam menghukum mereka telah tercapai (Ratapan 3:28–33).[3]
Ayat 22
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya[15]