Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku. (TB)[9]
Ayat 15
Beginilah firman TUHAN: Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi. (TB)[10]
Rama adalah sebuah kota kecil sekitar 8 kilometer di sebelah utara Yerusalem, adalah tempat para tawanan ditahan sebelum dibawa ke Babel (bandingkan Yeremia 40:1–3). Rahel adalah salah seorang istri Yakub, ibu Yusuf dan Benyamin; ia mati dan dikuburkan di dekat Betlehem.[11] Rahel melambangkan Israel yang menangisi orang-orang yang dibawa ke dalam pembuangan. Allah menyatakan bahwa ia tidak perlu menangis lagi, karena bangsa itu akan kembali (Yeremia 31:16–20). Dalam Injil Matiuspasal 2 nas ini dilihat sebagai penggenapan nubuat pada saat Herodes membunuh bayi-bayi di Betlehem setelah Yesus lahir (Matius 2:16–18).[12]
sebab-(telah)-menciptakan Yahweh (hal) baru di-bumi, (seorang) perempuan mengitari (seorang) laki-laki; (tanda penutup paragraf)
Ayat 22 catatan
"Perempuan merangkul laki-laki" diterjemahkan dari bahasa Ibrani: נקבה תסובב גבר nə-qê-ḇāh tə-sō-ḇêḇgā-ḇer dapat diartikan "seorang perempuan mengelilingi seorang laki-laki", karena kata kerja "sobeb" menunjukkan "gerakan berjalan melingkar atau memutari sesuatu; mengelilingi; mengitari".[14]
Ayat ini menjadi dasar tradisi pernikahan Yahudi di mana dalam suatu bagian upacara itu seorang pengantin perempuan akan berjalan mengitari pengantin laki-laki tiga atau tujuh kali (tergantung adat komunitas tertentu).[15][16]
Ayat 38
"Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa kota itu akan dibangun kembali bagi TUHAN, dari menara Hananeel sampai Pintu Gerbang Sudut;" (TB)[3]
Frasa "waktunya akan datang" menunjukkan zaman baru dalam sejarah hubungan Allah dengan umat-Nya. Suatu rencana dinubuatkan mengenai tata kota Yerusalem baru, "kota yang akan dibangun kembali bagi Tuhan". Menara Hananeel terletak di sudut timur laut Yerusalem.[17] Pintu Gerbang Sudut terletak di barat laut.[18] Pembangunan di bagian barat laut kota ini dilakukan pada zaman raja Uzia dan Hizkia. Kota itu tidak akan mengalami keruntuhan, tetapi akan menjadi "kudus bagi Tuhan" (Yeremia 31:40).[19]
Ayat 40
"Dan segenap lembah itu, dengan mayat-mayat dan abu korbannya, dan segenap tanah di tepi sungai Kidron sampai ke sudut Pintu Gerbang Kuda ke arah timur, akan menjadi kudus bagi TUHAN. Orang tidak akan meruntuhkan dan merobohkan lagi di sana untuk selama-lamanya." (TB)[20]