Dalam tahun kedua zaman Yoas bin Yoahas, raja Israel, Amazia, anak Yoas raja Yehuda menjadi raja. (TB)[3]
"Dalam tahun ke-2 zaman Yoas bin Yoahas, raja Israel": menurut kronologiThiele[4] berdasarkan "metode tahun naik tahta", Amazia menjadi raja Yehuda ke-9 antara April dan September 796 SM, karena tahun ke-2 Yoas bin Yoahas dimulai pada bulan April 796 SM.[5]
Ayat 2
Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yoadan, dari Yerusalem. (TB)[6]
"29 tahun lamanya": menurut kronologiThiele[4] Amazia menjadi raja Yehuda ke-9 antara April dan September 796 SM sampai mati antara April dan September 767 SM pada usia 54 tahun.[5] Pada permulaan pemerintahannya, Amazia mengubah perhitungan masa pemerintahannya kembali menggunakan "metode tahun naik tahta", sebagaimana awalnya dipakai di Kerajaan Yehuda, kemungkinan atas pengaruh reformasi Yoas, raja Israel, yang telah beralih menggunakan metode yang sama, dua tahun sebelumnya.[5]
Ayat 13
Yoas, raja Israel menangkap Amazia, raja Yehuda, anak Yoas bin Ahazia, di Bet-Semes. Lalu Yoas masuk ke Yerusalem, dan membongkar tembok Yerusalem dari Pintu Gerbang Efraim sampai ke Pintu Gerbang Sudut, empat ratus hasta panjangnya. (TB)[7]
Ayat 17
Amazia bin Yoas, raja Yehuda, masih hidup lima belas tahun lamanya sesudah matinya Yoas bin Yoahas, raja Israel. (TB)[8]
"Masih hidup lima belas tahun lamanya": menurut kronologiThiele[4] menurut kronologiThiele[4] Yoas bin Yoahas, raja Israel, mati antara September 782 SM dan April 781 SM ("782 SM"),[9], sedangkan Amazia bin Yoas, raja Yehuda, mati antara April dan September 767 SM,[5] 15 tahun setelah kematian Yoas bin Yoahas.[10]
Ayat 19
Di Yerusalem orang mengadakan persepakatan melawan dia, sebab itu larilah ia ke Lakhis. Namun, mereka menyuruh mengejar dia ke Lakhis, lalu dibunuhlah dia di sana. (TB)[11]
"Azarya (=Uzia)" bin Amazia diangkat oleh bangsa Yehuda menjadi "raja bersama" dengan ayahnya pada tahun ke-6 pemerintahan ayahnya, Amazia, sebagai raja Yehuda, menurut kronologiThiele[4] pada bulan September791 SM.[14] Jelas 2 Raja-raja 14:21 tidak mengikuti 2 Raja-raja 14:20 secara kronologis, karena ayat 20 merujuk pada peristiwa yang terjadi tahun 767 SM, sedangkan ayat 21 kembali ke bulan September 791 SM, guna mencatat mulainya Azarya diangkat menjadi raja dalam status "raja bersama" dengan ayahnya.[14] Jadi, Azarya menjadi raja sendirian antara April dan September 767 SM sampai mati antara April dan September 739 SM. Azarya/Uzia dijadikan "raja bersama" sebelum Yerobeam II diangkat menjadi raja.[15][16]
Ayat 23
Dalam tahun kelima belas zaman Amazia bin Yoas, raja Yehuda, Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, menjadi raja di Samaria. Ia memerintah empat puluh satu tahun lamanya. (TB)[17]
"Empat puluh satutahun lamanya": menurut kronologiThiele[4] berdasarkan "metode tahun naik tahta", Yerobeam bin Yoas menjadi raja Israel, pertama sebagai "raja bersama" dengan ayahnya pada bulan April 793 SM, kemudian menjadi raja sendirian (setelah ayahnya mati), mulai antara September 782 SM dan April 781 SM ("782 SM"), sampai mati sesaat sebelum Tisyri (September) 753 SM.[18] Masa menjadi raja bersama ini pertama kali diusulkan dalam Seder Olam dan oleh Kimchi.[19] Menurut McFall, Yerobeam kemungkinan meninggal antara bulan Elul (bulan ke-6; Augustus/September) dan bulan Tisyri (bulan ke-7; September/Oktober) 753 SM, dan putranya, Zakharia, segera naik tahta menggantikannya, yaitu pada tahun ke-38 pemerintahan Azarya, raja Yehuda.[20] Frasa "ia memerintah" tidak ada pada teks Ibrani.[21]
Ayat 25
Ia mengembalikan daerah Israel, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke Laut Araba sesuai dengan firman TUHAN, Allah Israel, yang telah diucapkan-Nya dengan perantaraan hamba-Nya, nabi Yunus bin Amitai dari Gat-Hefer. (TB)[22]
Kemudian Yerobeam mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, raja-raja Israel. Maka Zakharia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. (TB)[24]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
↑Karenanya, peristiwa dalam pada teks no. 38 dan 40 (McFall 1991) terjadi sebelum teks no. 37, meskipun dapat diperdebatkan bahwa teks no. 37 dapat saja terjadi sebelum no. 40. Alasan tidak menempatkan sebelum no. 40 adalah karena hal yang serupa telah menjadi preseden di atas kronologi, yaitu penulis telah mencatat kematian Yoas, raja Israel, sehingga sekalian mencatat berapa lama Amazia masih hidup setelahnya. Dari McFall 1991, no. 38.