Pencantuman berbagai daftar keturunan dalam kitab ini mempunyai berbagai tujuan:
Seperti halnya seluruh Kitab 1 Tawarikh, daftar-daftar keturunan ini bermaksud menghubungkan kembali para orang buangan yang kembali dengan nenek moyang mereka dan masa lalu penebusan mereka, dengan demikian menolong mereka menemukan kembali kesadaran akan asal-usul dan warisan rohani mereka.
Daftar-daftar keturunan itu menyatakan bagaimana Allah memilih dan memelihara kaum sisa untuk diri-Nya sendiri dari awal sejarah manusia hingga masa pasca-pembuangan ketika itu.
Sasaran terdekat ialah menolong keluarga-keluarga Israel menetap kembali di tanah itu sesuai dengan kepemilikan keluarga mereka sebelumnya (bandingkan Imamat 25:1–55) dan untuk menunjukkan dengan jelas bahwa suku Lewi yang akan melahirkan imam-imam.
Sasaran akhir ialah menelusuri keturunan keluarga yang melaluinya Allah akan membawa keselamatan kepada dunia. Allah telah memilih Abraham (1 Tawarikh 1:27), dan dari Abraham, suatu keluarga lain, Israel (=Yakub; 1 Tawarikh 1:34), dan dari keluarga Israel (1 Tawarikh 2:1) Allah memilih suku Yehuda, yang menurunkan keturunan Daud (1 Tawarikh 3:1). Allah berjanji bahwa dari keluarga Daud akan datang Putra Mesias (2 Samuel 7), yang akan membawa penebusan dari Iblis dan dosa (lihat Kejadian 3:15), yaitu YesusKristus.[3]
Nama-nama ini diperoleh dari Kejadian 5:1–32 dan menunjukkan bahwa penulis Tawarikh memercayai pasal-pasal pertama kitab Kejadian adalah sejarah yang dapat diandalkan dan bukan legenda.[3]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 978979415P8159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
12The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.