Anekdot
Cao Pi pernah menyelundupkan Wu Zhi ke rumahnya di sebuah keranjang bambu supaya keduanya bisa berdiskusi mengenai strategi politik. Yang Xiu, teman dekat dan penasihat Cao Zhi mendengarkan aksi tersebut dan melaporkannya kepada Cao Cao yang kemudian memerintahkan beberapa orang untuk memata-matai kediaman Cao Pi. Wu Zhi menyadari bahwa Yang Xiu telah mengetahui tipu musilatnya memerintahkan Cao Pi untuk mengisi keranjang tersebut dengan kain sutra agar mengelabui orang-orang Cao Cao dan berhenti pergi ke rumahnya secara diam-diam. Pada keesokan harinya, saat Yang Xiu melaporkan bahwa Wu Zhi kembali ke rumah Cao Pi secara diam-diam, Cao Cao menginvestigasi keranjang tersebut dan melihat banyak kain sutra dan tidak ada Wu Zhi di dalamnya. Hal ini membuat Cao Cao kesal dengan Yang Xiu.
Pada 217, sebelum Cao Cao berangkat untuk berpartisipasi di Kampanye militer Hanzhong, Cao Zhi membuat syair yang memuji ayahandanya sambil memberi pamitan, memukau banyak orang sekitar dan mendapatkan pujian ayahnya. Cao Pi merasa tidak nyaman bahwa Cao Zhi telah merebut pamornya, maka ia bertanya kepada Wu Zhi mengenai saran. Wu Zhi menyarankan agar Cao Pi menangis sambil memberi pamit. Cao Pi, sesuai yang disarankan, pamit sambil menangis dihadapan ayahnya, memukau rakyat dan memujinya karena rakyat menilai Cao Pi lebih jujur mengekspresikan perasaannya dibandingkan Cao Zhi, bahkan beberapa ikut menangisi kepergian Cao Cao.
Pada 224, Cao Pi memerintahkan Wu Zhi untuk merayakan kepulangan Cao Zhen dari sebuah kampanye militer. Setelah berbagi arak dan menikmati kesenangan bersama, Wu Zhi memerintahkan pemeran untuk berkostum seperti Cao Zhen dan Zhu Shuo, yang masing-masing gemuk dan kurus. Cao Zhen menjadi marah dan memaki Wu Zhi, "Apakah kamu dan bawahanmu mengajak berantam dengan saya dan bawahanku?" Cao Hong dan Wang Zhong kemudian mengompori Wu Zhi dengan berkata, "Jika kamu mau membuat Jenderal mengakui bahwa ia gemuk, kamu harus menunjukkan bahwa dirimu itu kurus". Cao Zhen kemudian menghunus pedangnya menunjuk Cao Hong dan Wang Zhong dan melototi mereka, "Saya akan membunuh siapapun yang berani menghina saya!". Wu Zhi juga menghunus pedangnya ke arah Cao Zhen dan mengejeknya, "Cao Zidan, kamu bukanlah sebuah daging belahan tukang daging. Tenggorokanku tak akan bergetar saat aku menelanmu dan gigiku tak akan bergemeletuk saat aku mengunyahmu. Beraninya kau bersikap kurang ajar seperti itu!" Zhu Shuo mencoba mempereda tensi dan berkata kepada Wu Zhi, 'Yang Mulia Kaisar memerintahmu untuk menjamu semua orang. Apakah kamu harus melakukan ini?" Wu Zhi kemudian memaki Zhu Shuo, "Zhu Shuo! Beraninya kamu meninggalkan tempat dudukmu!". Semuanya kemudian kembali duduk di kursi masing-masing dan Zhu Shuo yang kesal dengan Wu Zhi kemudian menghunus pedang dan memukul lantai.[5]