Biografi
Zhang Chunhua berasal dari Kabupaten Pinggao (平臯縣), Komanderi Henei (河內郡) yang sekarang berada di County Wen, Jiaozuo, Henan. Ia lahir pada saat Akhir Dinasti Han/ Ayahnya, Zhang Wang (張汪) bekerja sebagai Prefek Kabupaten Suyi (粟邑縣) pada masa Cao Wei saat Zaman Tiga Negara. Ibunya bermarga gadis Shan (山) dan merupakan seorang nenek dari Shan Tao, salah satu dari Tujuh Orang Bijak dari Hutan Bambu. Pada masa mudanya, Zhang sudah dikenal welas asih, pintar dan bijak.[4]
Ia menikah dengan Sima Yi, putra kedua Sima Fang. Keduanya dikaruniai tiga orang putra - Sima Shi, Sima Zhao dan Sima Gan - serta seorang putri yang tidak diketahui namanya namun sejarah mencatatnya dengan gelarnya, Putri Nanyang (南陽公主) yang dianugerahi kepadanya pada masa Dinasti Jin.[5] Putri Nanyang sendiri menikah dengan Xun Yi, cucu dari Xun Yu.[b]
Pada 208, Cao Cao mendekritkan Sima Yi untuk bekerja untuknya namun Sima Yi menolak, berbohong bahwa ia sedang mengalami kelumpuhan dan hanya bisa bergerak di rumah saja.[c] Suatu hari, kediaman Sima Yi kehujanan dan membasahi buku-buku Sima Yi, mendesaknya secara tidak rela harus berdiri dan lari untuk mengambil buku tersebut. Insiden ini diamati oleh seorang pelayan. Zhang takut bahwa pelayan tersebut akan pergi melapor kepada Cao Cao mengenai kondisi Sima Yi yang sehat dan membahayakan seluruh keluarganya maka Zhang Chunhua membunuh pelayan tersebut agar mendiamkannya. Ia kemudian dengan santai memasak untuk keluarganya. Sima Yi merasa kagum olehnya.[6]
Lalu pada masa akhir hidupnya, Sima Yi lebih memperhatikan selir favoritnya, Nyonya Bai (柏夫人; ibu Sima Lun) dan mulai menghiraukan Zhang. Sekali, ketika Sima Yi jatuh sakit, Zhang Chunhua datang menjenguknya. Sima Yi malah berkata, "Mahluk tua, kamu kelihatan jelek sekali. Kenapa repot-repot datang mengunjungi saya?" Zhang menjadi marah dan kemudian mencoba membunuh diri dengan mogok makan. Sima Shi dan Sima Zhao juga ikut mogok makan, membuat Sima Yi terkejut dan dengan segera ia meminta maaf kepada Zhang Chunhua dan berdamai dengannya. Sima Yi kemudian berkata kepada seseorang, "Gak peduli kalau mahluk tua itu meninggal. Saya sebenarnya takut kepada putra-putra saya!".[7]
Zhang Chunhua meninggal sekitar 22 Mei atau 19 Juni 247 pada usia 59 tahun (Berdasarkan penghitungan usia Asia Timur).[a] Ia dikebumikan di Makam Gaoyuan (高原陵; terletak di berada Yanshi, Luoyang, Henan masa kini). Kaisar Cao Fang memberi gelar anumerta "Nyonya Desa Guangping" (廣平縣君). Kemudian pada 264, Kaisar Cao Huan memberikan nama anumerta "Istri Xuanmu". Setelah Cao Wei runtuh, cucunya Sima Yan yang baru saja mendirikan Dinasti Jin dengan memaksa Cao Huan turun tahta pada 266 memberikan gelar "Permaisuri Xuanmu" kepada mendiang neneknya.[8]