Kehidupan
Kehidupan awal
Sima You lahir pada tahun 246 dari Sima Zhao, putra kedua dari Sima Yi, dan Wang Yuanji. Pada masa kecil ia dikenal sangat pintar, menyukai orang-orang yang berbudi luhur, dan selalu siap membantu orang lain. Ia juga gemar membaca karya sastra klasik dan mahir menulis, terutama surat, sehingga menjadi panutan di zamannya. Bakat dan prestisenya bahkan melampaui kakak laki-lakinya, Sima Yan dan bahkan kakeknya Sima Yi sangat mengaguminya. Karena pamannya Sima Shi tidak memiliki putra kandung, Sima You diangkat sebagai anak Sima Shi.
Pada tahun 251, jenderal Wei Wang Ling memberontak di Shouchun. Sima Yi memimpin pasukan untuk menumpaskan pemberontakannya dan Sima You yang muda diajak oleh kakeknya ikut ke medan perang. Setelah pertempuran itu, Sima You diangkat sebagai Marquis Paviliun Changle. Pada tahun 255, ayah angkatnya, Sima Shi, meninggal dunia karena penyakit tidak lama setelah menumpas pemberontakan Guanqiu Jian dan Wen Qin. Sima You yang baru berusia 10 tahun mewarisi gelar Marquis Wuyang.[2] Sima You menunjukkan kesedihan yang sangat mendalam, membuat mereka yang hadir terharu atas budi luhur yang ditunjukkan Sima You. Sima You menjaga ibu angkatnya, Yang Huiyu dan menunjukkan budi luhur yang tinggi.
Awalnya, ia direncanakan akan menjadi wali penguasa menggantikan Sima Shi namun pada akhirnya tidak jadi karena alasan usia yang masih terlalu muda. Sima Shi digantikan oleh ayahnya, Sima Zhao, sebagai wali penguasa.[b] Sima Zhao sempat memikirkan untuk menjadikan Sima You sebagai ahli waris utamanya supaya ia dapat mengembalikan kekuasaan kepada garis keturunan Sima Shi, tetapi pada akhirnya memilih putra sulungnya, Sima Yan sebagai ahli waris.
Karir
Sima You menjabat sebagai pejabat istana dan diberikan komando militer sebagai Kolonel Infanteri yang dapat ia laksanakan dengan sangat baik. Ia kemudian diberikan gelar Marquis Anchang pada 264. Tahun depannya, Sima Yan menggulingkan Cao Huan dan mendeklarasikan dirinya sebagai Kaisar Wu dan mendirikan Dinasti Jin Barat. Sima You kemudian diberikan gelar Pangeran Qi.[3]
Sima You bertanggung jawab atas urusan militer dan menenangkan negara serta rakyat. Pada saat itu, Sima Yan memerintahkan agar para pangeran yang diberi wilayah kekuasaan dapat memilih pejabat mereka sendiri. Meskipun Sima You mengajukan petisi tiga kali untuk menentang hal ini, petisi tersebut tidak diterima. Namun, ketika ada kekosongan jabatan pejabat di negara yang diberi wilayah kekuasaan, Sima You bersikeras agar mereka diangkat oleh istana dan tidak membuat pengaturan sendiri. Selain itu, semua biaya makanan dan pakaian keluarga kerajaan ditanggung oleh keluarga kerajaan pada saat itu. Namun, Sima You mengatakan bahwa ia dapat hidup dari uang sewa dan pajak negara yang diberi wilayah kekuasaan dan berulang kali mengatakan bahwa ia tidak membutuhkan dukungan keuangan dari keluarga kerajaan, tetapi hal itu tidak diterima. Meskipun Sima You tinggal di Luoyang dan tidak pergi ke negara yang diberi wilayah kekuasaan, para prajurit dan pejabat negara tersebut akan memberikan uang sewa dan pajak yang mereka kumpulkan kepada mereka. Setiap kali ada yang sakit atau meninggal, Sima You juga akan memberikan uang untuk membantu mereka. Ketika terjadi bencana alam yang menyebabkan gagal panen, Sima You akan memberikan bantuan dan pinjaman kepada masyarakat di negara yang menerima hibah tanah tersebut, serta mengurangi sewa dan pajak agar mereka dapat melunasi hutang tersebut pada tahun panen yang baik. Semua ini membuat masyarakat di negara yang menerima hibah tanah tersebut sangat mempercayainya.[4] Sima You kemudian dipromosikan menjadi Jenderal Kavaleri dan diberi gelar Grand Master dari Tiga Yang Mulia. Meskipun jabatannya tinggi, ia tetap rendah hati dan memperlakukan orang dengan integritas. Karena Sima You populer, meskipun Jenderal Kavaleri seharusnya membubarkan pasukannya sesuai adat, beberapa ribu anak buahnya menolak untuk pergi. Sima Yan akhirnya mengizinkan mereka untuk terus mengabdi di bawah Sima You. Sima You kemudian dipindahkan menjadi Jenderal Angkatan Darat, diberi gelar Pengawal Biasa, dan menjabat sebagai Guru Muda Putra Mahkota. Beberapa tahun kemudian, ia diangkat menjadi Guru Besar Putra Mahkota. Pada tahun kedua Xianning (276), ia menggantikan Jia Chong sebagai Menteri Pekerjaan Umum.[5]
Kematian
Sebelum meninggal, Sima Zhao memberi wasiat kepada Sima Yan dan Sima You untuk hidup berdampingan dengan damai, meminta agar tragedi Liu Chang, Pangeran Huainan pada masa Dinasti Han,[c] dan Cao Zhi, Pangeran Si dari Chen dari Cao Wei,[d] tidak terulang. Ibu mereka, Wang Yuanji juga mewasiatkan kedua saudara hal yang sama sebelum meninggal sambil menangis kepada Sima Yan, "Taofu masih ruam sementara kamu tidak cukup bijak sebagai kakak. Setelah kematian saya, kalian berdua tidak bakal saling memberikan toleransi. Maka, saya memercayakannya kepadamu. Tolong jangan melupakan kata-kata saya".[6] Tetapi setelah Sima Yan menunjuk putranya, Sima Zhong sebagai pangeran mahkota, friksi antara kedua saudara dimulai karena Sima Yan khawatir banyak pejabat masih memandang Sima You sebagai pangeran mahkota yang pantas. Insiden pertama terjadi diantara Agustus 272 sampai 274,[7] dimana saat Xiahou He masih menjabat sebagai Intendan Henan, Kaisar Wu jatuh sakit dan pemerintahan Jin berniat untuk melantik Sima You sebagai pangeran mahkota ketimbang Sima Zhong. Xiahou He bertanya kepada Jia Chong, "hubungan anda dengan kedua menantu-mu seimbang. Seorang ahli waris harus dipilih berdasarkan kebajikannya". Jia Chong tidak banyak mengomentari pernyataan Xiahou He. Mendengar insiden tersebut, Sima Yan melantik Xiahou He sebagai Menteri Rumah Tangga dan mencopot komando militer Jia Chong, walaupun ia tetap mempertahankan gelar bangsawan dan perlakuan Jia Chong di pemerintahan.[8]
Setelah Penaklukan Wu oleh Jin, Sima Yan mulai jatuh sakit dan putra mahkota Sima Zhong secara mental tidak kompeten. Para pejabat mengharapkan bahwa Sima You dapat menggantikan Sima Yan sebagai kaisar. Namun saat itu, Sima You menyinggung dua menteri favorit Sima Yan, Xun Xu dan Feng Yu. Keduanya takut akan penurunan pangkat mereka apabila Sima You naik taktha. Jadi, keduanya meminta Sima Yan untuk mengirim Sima You kembali ke wilayah kekuasaannya. Pada 28 Januari 283,[9][10] Sima Yan mengeluarkan titah yang mengangkat Sima You sebagai Marsekal Agung dan memerintahnya memegang kekuasaan militer di Provinsi Qing. Ia kemudian diperintahkan kembali ke Qi. Sima You kesal saat mendengarkan bahwa Xun Xu dan Feng Yu menghasut kaisar untuk memerintahnya pulang ke Qi, sangat marah sampai ia jatuh sakit. Keputusan ini juga diprotes oleh kedua kakaknya, Putri Jingzhao dan Putri Changshan.[11] Sima Yan mengirim tabib kekaisaran untuk memeriksa Sima You. Para tabib tersebut menebak pikiran Sima Yan dan mengatakan bahwa Sima You tidak sakit. Akibatnya, Sima You didesak untuk segera berangkat meskipun kondisinya semakin memburuk. Sima You tidak punya pilihan selain pergi meskipun sakit. Meskipun sakit parah, ia tetap berdandan dan bertingkah normal, yang membuat Sima Yan berpikir bahwa ia berpura-pura sakit. Pada 27 April 283, Sima You meninggal muntah darah.[12]
Saat Sima Yan mendengar kematian Sima You, ia menangis tersedu-sedu. Namun Feng Yu menasihati kaisar, "Nama Pangeran Qi lebih dari sekedar nama saja, dan ia telah memenangkan banyak hati rakyat. Kematiannya hari ini merupakan sebuah anugerah bagi negara. Yang Mulia tidak perlu bersedih".[13] Selepas itu, Sima Yan berhenti menangis. Saat Sima Yan berkabung, Sima Jiong yang mewarisi gelar Pangeran Qi melontarkan keluhan kepada kaisar mengenai tabib istana yang berbohong soal kesehatan Sima You. Mendengar keluhan tersebut, Sima Yan mengeksekusi mati tabib istana yang diutus kepada Sima You. Sima You diberikan nama anumerta Xian.