Awal kehidupan
Cao Rui lahir pada 205. Saat ia lahir, kakeknya Cao Cao menjadi panglima perang terkuat Dinasti Han dan membuat Kaisar Xian dari Han hanya boneka belaka. Ayahnya Cao Pi adalah anak tertua yang masih hidup sementara ibunya adalah Zhen Ji yang sebelumnya merupakan istri Yuan Xi, putra Yuan Shao, tetapi saat pasukan Cao Cao merampasnya pada September atau Oktober 204,[3] Cao Pi memaksanya untuk menikahinya dan ia melahirkan Cao Rui 8 bulan setelah pernikahan—meninggalkan teori bahwa Cao Rui sebenarnya merupakan anak Yuan Xi, bukan Cao Pi. Namun, Cao Cao sangat memanjakan Cao Rui dan selalu memintanya untuk tetap disisinya. Cao Cao bahkan berkata, "Karena kamu (Cao Rui), pencapaian saya bisa berakhir tiga generasi".[4] Cao Pi, setelah kematian ayahnya pada bulan Maret 220, memaksa Kaisar Xian menyerahkan takhta kepadanya dan mendirikan Cao Wei pada bulan Desember tahun itu. Lady Zhen tidak diizinkan menemaninya ke ibu kota baru Luoyang; pada bulan Agustus 221, dia memaksanya untuk bunuh diri.[5]
Karena apa yang terjadi kepada ibu kandungnya, Cao Rui tidak langsung menjadi Pangeran Mahkota walaupun ia merupakan putra tertua Cao Pi tetapi diberi gelar Pangeran Pingyuan paa Maret 222. Suatu saat selama masa jabatannya sebagai Pangeran Pingyuan, ia menikahi putri seorang bangsawan, Nyonya Yu, sebagai istri dan puterinya. Dia rupanya memiliki hubungan baik dengan Nyonya Guo, yang diangkat menjadi permaisuri (pada Oktober 222); karena dia tidak memiliki anak, statusnya sebagai pewaris tidak mendapat tantangan serius. Dikatakan bahwa pemikiran apa pun yang dimiliki Cao Pi untuk tidak menjadikannya ahli waris dihilangkan dengan perburuan; selama perburuan itu, Cao Pi dan Cao Rui bertemu dengan seekor induk rusa dan seekor rusa muda. Cao Pi membunuh induk rusa dengan anak panah, lalu memerintahkan Cao Rui untuk membunuh anak rusa tersebut. Cao Rui menangis dan berkata, "Yang Mulia telah membunuh ibundanya, dan saya tidak tega membunuh putranya juga." Cao Pi menjatuhkan busur dan anak panahnya dan menjadi sedih.
Pada bulan Juni 226, ketika Cao Pi jatuh sakit, dia akhirnya mengangkat Cao Rui sebagai putra mahkota. Dia meninggal segera setelah itu, dan Cao Rui menjadi kaisar pada usia 21 tahun.