Karena mengalami penurunan kualitas pelayanan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merevitalisasi Terminal Blok M mulai tahun 2024 atau 2025. Ini akan menjadi revitalisasi Terminal Blok M yang kedua, setelah yang pertama pada tahun 1992.[3]
Sejarah
Kawasan Kebayoran Baru awalnya dibangun dan dirancang sebagai kota satelit Jakarta, sebelum dimulainya arus urbanisasi sejak 1970-an, yang memiliki 17 blok yang diurutkan dari A hingga S. Blok pertama (Blok A) secara tidak sengaja menjadi titik akhir (terminus) dari trayek-trayek bus kota yang sibuk. Pada tahun 1968, Gubernur DKI Jakarta kala itu, Ali Sadikin mengusulkan untuk membangun terminal bus permanen di atas lahan seluas 2,2 hektar (22.000 m2) di Blok M. Sejak dibuka, terminal Blok M menjadi terminal baru untuk semua pemberhentian akhir bus-bus kota di Kebayoran Baru, yang awalnya berbentuk terminal ruang terbuka.[4]
Pada Desember 1990, Gubernur Wiyogo Atmodarminto ingin merevitalisasi terminal Blok M, dengan sebuah konsep yang menggabungkan bangunan terminal dengan pusat perbelanjaan (setelahnya dikenal sebagai Blok M Mall) di lantai rubanah (basement). Revitalisasi pertama menelan biaya sekitar Rp 80 miliar pada saat itu. Pada September 1992, proses revitalisasi terminal selesai, dan diresmikan kembali pada tanggal 3 Oktober di tahun yang sama.[4]
Operasional Terminal Blok M untuk Transjakarta menggunakan empat jalur. Jalur pertama merupakan Halte Transjakarta yang digunakan untuk layanan BRT, jalur kedua dan ketiga digunakan untuk layanan bus kota Transjakarta non-BRT, sementara jalur keempat digunakan untuk layanan Mikrotrans dan Royaltrans.[5]
Sedangkan untuk layanan lain di Terminal Blok M selain Transjakarta, dikenal sebagai Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB) seperti Transjabodetabek dan DAMRI, diakses melalui jalur kelima dan keenam, dengan jalur keenam khusus untuk layanan DAMRI menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.
Jalur 6
← DAMRI Bandara Soekarno-Hatta, Royaltrans 1K, B13, dan Transjabodetabek SH2
Peron sisi, pintu peron terbuka di sisi kiri arah perjalanan
Jalur 5
← Mikrotrans JAK 31 dan JRC
Peron sisi, pintu peron terbuka di sisi kiri arah perjalanan
Jalur 4
← Transjabodetabek S61, T31, P11, dan koridor bus kota 1W
Peron sisi, pintu peron terbuka di sisi kiri arah perjalanan
Jalur 3
← Koridor bus kota 1E, 1M, 1Q, 6U, 8D, dan 8E
Peron sisi, pintu peron terbuka di sisi kiri arah perjalanan
Jalur 2
← Koridor bus kota 1C, 1N, 1P, 6M, 6N, 7B, dan 7Q
Peron sisi, pintu peron terbuka di sisi kiri arah perjalanan