Sejarah
Terminal Bahurekso dibangun dan diresmikan penggunaannya pada sekitar tahun 2005-2006. Nama terminal ini diambil dari nama bupati pertama di Kendal, yaitu Bahureksa.
Pada awalnya terminal ini difungsikan untuk pemberhentian bus antarkota, baik dalam provinsi (AKDP) maupun antarprovinsi (AKAP). Namun kenyatannya, bus AKDP jarang sekali singgah di terminal ini sehingga nyaris tidak terdapat aktivitas naik turun penumpang bus tersebut di sini, sedangkan bus AKAP lebih memilih tidak singgah alias berjalan langsung. Para penumpang lebih banyak yang naik atau turun bus tersebut di Pasar Weleri yang jaraknya terpaut sekitar 5 km sebelah barat dari terminal. Praktis, terminal ini hanya difungsikan sebagai tempat singgah para awak bus untuk beristirahat.[1]
Terminal ini sempat dijadikan titik relokasi pedagang dari Pasar Weleri yang terbakar pada 2020.[2]
Sejak 28 Oktober 2019, terminal ini dijadikan pemberhentian layanan bus Trans Jateng Koridor 2 Kedungsepur.[3]