TerminalPurwantoro merupakan terminal penumpang tipe B dan terminal bus utama yang terletak di Kec. Purwantoro, Kabupaten Wonogiri. Terminal ini termasuk terminal tersibuk kedua di Wonogiri setelah Terminal Induk Giri Adipura. Terminal ini terletak 45km sebelah timur pusat kota Wonogiri dan 5,2km sebelah barat perbatasan wilayah Provinsi Jawa Timur. Lokasi bangunan fisik terminal dengan luas 5.400 m2 tepatnya terletak lebih kurang 350 m sebelah timur Pasar Purwantoro, 500 m sebelah Barat Pasar Hewan dan Terminal Non Bus Purwantoro. Terminal ini mulai dikelola oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2017, seiring meningkatnya status terminal ini. Terminal ini melayani moda transportasi umum seperti angkutan pedesaan, angkutan perintis, angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).[1][2][3][4]
Jaringan angkutan pedesaan dan perintis
Kenampakan antrean beberapa unit MPU berupa bus mini dengan trayek Purwantoro–Ponorogo terparkir di peron angkutan pedesaan Terminal Seloaji, 22 Mei 2022.
Moda transportasi angkutan pedesaan menghubungkan Terminal Purwantoro dengan kawasan pedesaan di timur Wonogiri seperti Bulukerto, Kismantoro, Slogohimo dan Jatisrono. Selain itu, angkutan pedesaan juga menjangkau kawasan perkotaan Wonogiri serta kawasan perbatasan Jawa Timur di Ponorogo seperti Badegan, Sumoroto dan Ponorogo. Terdapat lima trayek angkutan pedesaan, di mana seluruhnya dilayani oleh armada kendaraan minibus (biasa disebut bis tuyul) dengan merk kendaraan Mitsubishi Colt Diesel 100PS. Angkutan pedesaan mempunyai lokasi parkir kendaraan di Terminal Non Bus Purwantoro, yang terletak di utara pertigaan Dangkrang (Purwantoro). Lokasi terminal non bus terletak sekitar 250 m sebelah barat terminal bus. Angkutan pedesaan beroperasi mulai pukul 04.00 s.d. 16.00 WIB, menyesuaikan dengan jadwal aktivitas pasar, sekolah dan kedatangan bus antarkota dari terminal ini. Berikut adalah trayek angkutan pedesaan yang beroperasi di Purwantoro.[2][5]
Kenampakan unit bus besar milik PO Gunung Mulia dengan fasilitas kelas ekonomi non AC trayek Purwantoro–Solo melintasi Terminal Purwantoro, 1 Januari 2019.
Moda transportasi bus antarkota dalam provinsi satu-satunya di Terminal Purwantoro menghubungkan terminal ini dengan kota Solo. Armada yang digunakan berupa bigbus dengan fasilitas kelas ekonomi. Rute lintasan bus melalui Slogohimo, Jatisrono, Sidoharjo, Ngadirojo, Wonogiri, Selogiri, Nguter, Sukoharjo, Grogol dan berakhir di Terminal Tirtonadi (Solo). Jadwal keberangkatan bus tersedia mulai pukul 05.00 s.d. 17.00 WIB, dengan interval antar keberangkatan setiap 15 menit sekali. Metode pembayaran bus dilayani langsung di atas kendaraan (oleh kondektur), tanpa melalui agen/loket bus. Berikut merupakan enam perusahaan otobus (PO) penyedia layanan trayek Purwantoro - Solo di Terminal Purwantoro (tahun 2020).[2][6]
PO Gunung Mulia
PO Timbul Jaya
PO Tunggal Dara Putra
PO Purwo Widodo
PO Purwo Putro
PO Daya Palapa
Kelas non ekonomi
Kenampakan unit bus besar milik PO Haryanto dengan fasilitas kelas non ekonomi trayek Purwantoro–Jakarta bergerak keluar meninggalkan Terminal Purwantoro, 13 Desember 2019.
Moda transportasi bus antarkota antarprovinsi jarak jauh di Terminal Purwantoro seluruhnya dilayani oleh armada bigbus dengan fasilitas kelas non ekonomi (biasa disebut bus malam). Kelas non ekonomi di sini merujuk pada beberapa tingkatan di atas kelas ekonomi seperti patas, bisnis, VIP, eksekutif, super eksekutif dan suite class. Metode pembayaran hanya dilayani di loket/agen penjualan tiket resmi yang tersedia di dalam area terminal. Bus malam melayani penumpang dari terminal ini menuju beberapa kota besar seperti Bali, Jawa Barat, Jakarta, Banten dan Sumatera. Sebagian besar bus malam mempunyai titik awal dan akhir pemberangkatan dari terminal ini, sedangkan sebagian lainnya merupakan titik lintasan bus malam dari Terminal Seloaji (Ponorogo) via Purwantoro. Semenjak beroperasinya Jalan Tol Trans Jawa pada akhir tahun 2018, beberapa perusahaan otobus mulai menyediakan jadwal keberangkatan pagi dari terminal ini. Hal tersebut menyebabkan terminal ini mulai padat aktivitas penumpang dan bus mulai pukul 06.00 s.d. 18.00 WIB. Per tahun 2020, terdapat 28 perusahaan otobus yang aktif beroperasi dari terminal ini. Berikut merupakan trayek beserta perusahaan otobus (PO) operator angkutan antarkota kelas non ekonomi yang dilayani di Terminal Purwantoro.
PO Agramas: Jakarta, Merak
PO Armada Jaya Perkasa (AJP): Merak
PO Gajah Mulia Sejahtera (GMS): Jakarta
PO Gajah Mungkur: Jakarta
PO Gunung Harta: Jakarta
PO Gunung Mulia: Jakarta, Merak
PO Handoyo: Pekanbaru, Dumai, Ujungbatu
PO Haryanto: Jakarta, Bandung
PO Jaya: Jakarta
PO Laju Prima: Jakarta, Merak, Jambi
PO Langsung Jaya: Jakarta
PO Madu Kismo: Jakarta
PO MTrans: Denpasar
PO Mulyo Indah: Jakarta
PO Murni Jaya: Jakarta
PO Pahala Kencana: Jakarta, Merak
PO Putera Mulya: Jakarta, Merak
PO Putra Remaja: Jambi
PO Raya: Jakarta
PO Rosalia Indah: Jakarta, Merak, Palembang, Muaraenim
PO Sedya Mulya: Jakarta, Denpasar
PO Sinar Jaya: Jakarta
PO Sudiro Tungga Jaya (STJ): Jakarta
PO Sumba Putra: Jakarta, Pekanbaru, Dumai, Ujungbatu
PO Teguh Jaya: Jakarta
PO Tunggal Dara: Jakarta
PO Tunggal Dara Putra: Jakarta
PO Tunggal Daya: Jakarta, Bandung
PO Zentrum: Jakarta
dsb.
Galeri
Kenampakan fisik bangunan terminal bus serta angkutan umum yang terdapat di dalamnya. Foto diambil di Terminal Purwantoro antara tahun 2010–2022.