Terkadang pelimpahan jasa dilambangkan dengan menuangkan air ke dalam bejana.[1]Seorang biksuTheravādin memimpin upacara Nyadran (pelimpahan jasa kepada para leluhur melalui ziarah kubur) di Dusun Krecek, Kaloran, Temanggung, Jawa Tengah.
Pelimpahan jasa, pelimpahan kebajikan, persembahan jasa, atau persembahan kebajikan (Pali: pattidāna, pattānumodanā;[2][note 1]Sanskerta: परिणमन, pariṇāmanā)[note 2] adalah suatu tindakan standar dari latihan spiritual Buddhis ketika jasa atau kebajikan dari seseorang dilimpahkan kepada kerabat yang telah meninggal, orang tua, leluhur, dewa, atau semua makhluk hidup. Dalam Buddhisme Theravāda, pelimpahan jasa juga merupakan satu dari sepuluh basis puñña (kebajikan).
Pelimpahan jasa ini dilakukan dengan cara melakukan perbuatan yang selaras darma, dan menyatakan atau meniatkan bahwa perbuatan tersebut dilakukan demi makhluk (atau mendiang) yang ditujukan.
Catatan
↑Dalam teks berbahasa Pāli awal, patti mengacu pada pelimpahan jasa ke makhluk hidup lain, sedangkan pattānumodanā mengacu pada pemindahan ke makhluk mati.[3]
↑Secara alternatif dieja sebagai pariṇāma atau paraṇāmanā.[4]
Referensi
↑Calkowski, Marcia (2006b). "Thailand". In Riggs, Thomas (ed.). Worldmark Encyclopedia of Religious Practices. Vol.3. Farmington Hills: Thomson Gale. hlm.447. ISBN0-7876-6614-9.
Falk, Monica Lindberg (April 2010), "Recovery and Buddhist Practices in the Aftermath of the Tsunami in Southern Thailand", Journal, 40 (2): 96–103, doi:10.1016/j.religion.2009.12.002
Gombrich, Richard (1 January 1971), "'Merit Transference' in Sinhalese Buddhism: A Case Study of the Interaction between Doctrine and Practice", History of Religions, 11 (2): 203–219, doi:10.1086/462651, JSTOR1061922
Gómez, Luis O. (2000), "Buddhism as a Religion of Hope: Observations on the 'Logic' of a Doctrine and its Foundational Myth", The Eastern Buddhist, 32 (1): 1–21, JSTOR44362241
Holt, John C. (1 January 1981), "Assisting the Dead by Venerating the Living: Merit Transfer in the Early Buddhist Tradition", Numen, 28 (1): 1–28, doi:10.2307/3269794, JSTOR3269794
Keyes, Charles F. (1987), "From Death to Birth: Ritual Process and Buddhist Meanings in Northern Thailand", Folk (29): 181–206
Lamotte, Etienne (1988), History of Indian Buddhism: from the origins to the Saka era(PDF), diterjemahkan oleh Webb-Boin, Sara; Dantinne, Jean (Edisi English), Louvain-la-Neuve: Université catholique de Louvain, Institut orientaliste, ISBN90-6831-100-X, diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2015-02-15, diakses tanggal 2020-06-10
Pye, Michael; Strong, John S. (1987), "Merit", dalam Lindsay, Jones (ed.), Encyclopedia of religion, vol.9 (Edisi 2), Detroit: Thomson Gale, ISBN0-02-865742-X
Skilling, Peter (2005), "Worship and devotional life: Buddhist devotional life in East Asia", dalam Jones, Lindsay (ed.), Encyclopedia of Religion, vol.14 (Edisi 2), Detroit: Thomson Gale, ISBN0-02-865983-X
Tanabe, George J., jr. (2004), "Merit and merit-making", dalam Buswell, Robert E. (ed.), Encyclopedia of Buddhism, vol.2, New York (u.a.): Macmillan Reference USA, Thomson Gale, ISBN0-02-865720-9 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)