Museum Wayang Kekayon adalah sebuah museum wayang yang berada di Kota Yogyakarta, tepatnya di Jl. Jogja-Wonosari Km.7 No.277, kurang lebih 1km dari Jl. Majapahit (Ring Road Timur).
Museum Kekayon merupakan museum wayang yang didirikan oleh Yayasan Sosial Kekayon pada 23 Juli 1990 berdasarkan akta notaris Nomor 129/90. Pendirian museum ini diprakarsai oleh Prof. Dr. dr. KPH. Soejono Prawirohadikusumo yang telah memulai proses perintisannya sejak tahun 1973.[2]
Museum ini memiliki koleksi berbagai wayang dan topeng serta menampilkan sejarah wayang yang diperkenalkan mulai dari abad ke-6 sampai abad ke-20. Wayang-wayang di dalam museum ini terbuat baik dari kulit, kayu, kain, maupun kertas.[3]
Pada tahun 2014 Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menerbitkan buku berisi koleksi unggulan museum di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya adalah koleksi unggulan yang dimiliki oleh Museum Wayang Kekayon. Koleksi unggulan Museum Wayang Kekayon adalah sebagai berikut:[4]
Wayang Purwa Punakawan, Punakawan merupakan empat sekawan, figur penghibur khas Jawa yang terdiri dari Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.
Wayang Golek Menak Gaya Yogyakarta, wayang golek adalah sejenis boneka yang dimainkan seperti wayang. Wayang ini menceritakan kisah bangsawan dari Arab.
Wayang Purwa Karena Tandhing, dalam kisah Mahabarata, terdapat kisah peperangan antara dua orang kakak beradik namun berada di kubu yang berlawanan. Tokoh Karena menaiki kereta perang yang dipandu oleh Prabu Salya untuk melawan tokoh Arjuna menaiki kereta perang yag dipandu oleh Prabu Sri Bathara Kresna.