Koleksi
Koleksi Museum Bahari Bintan berkaitan dengan kegiatan-kegiatan di sekitar pesisir pantai, kegiatan nelayan, dan pelayaran kapal. Museum Bahari Bintan mengoleksi berbagai miniatur alat penangkap ikan, kapal pompon, jaring ikan, dan pasar perkampungan Suku Laut.[6] Museum Bahari Bintan juga memiliki beberapa koleksi alat tangkap ikan, yaitu bubu, pukat dan bento. Kolesi Museum Bahari Bintan juga berupa perahu dan berbagai jenis hewan laut yang diawetkan. Selain itu, juga ada koleksi arca dan piring hasil pengangkatan harta karun bawah laut di Kabupaten Bintan yang merupakan peninggalan sejarah dari Dinasti Ming.[3] Koleksi barang muatan kapal tenggelam dipajang di lantai dasar dan sebagian lagi disimpan dalam ruangan yang terkunci. Barang muatan kapal tenggelam merupakan koleksi yang disumbangkan oleh pengawas perikanan pemerintah Indonesia.[7]
Tiruan Alat Tangkap Ikan Khas Bintan
Koleksi yang disajikan di Museum Bahari Bintan secara keseluruhan menyoroti kegiatan yang terkait dengan pesisir pantai, termasuk kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan dan perjalanan kapal. Museum Bahari ini memiliki berbagai koleksi miniatur alat tangkap ikan, jaring ikan, kapal pompon, dan replika pasar perkampungan yang digunakan oleh Suku Laut.[8]
Museum ini menampilkan sejumlah benda tiruan alat tangkap ikan yang dikenal sebagai kelong. Selain kelong yang digunakan untuk menangkap ikan bilis atau teri, museum juga menampilkan berbagai benda tiruan lainnya yang menarik, seperti kapal pompong, jaring ikan, perahu-perahu, dan maket perkampungan Suku Laut yang berbentuk rumah di pesisir.[8]
Binatang Laut Hasil Tangkapan
Selain alat tangkapnya, museum ini juga memamerkan berbagai binatang laut hasil tangkapan yang telah diawetkan. Beberapa jenis ikan yang dipamerkan meliputi berbagai spesies yang jarang ditemukan, serta kuda laut, anjing laut, dan bahkan gajah laut.[8]
Artefak Peninggalan Dinasti Cina Kuno
Museum Bahari Bintan juga mengkoleksi artefak peninggalan dari Dinasti Cina kuno. Koleksi ini termasuk 42 perahu dan replika kapal yang menyerupai Armada Laksamana Cheng Ho dari masa lalu. Kedetailan perahu dan replika kapal ini mencerminkan aslinya dengan sangat baik.[9]
Selain itu, museum ini juga memiliki artefak peninggalan dari Dinasti Ming Kerajaan China yang menarik untuk diamati. Artefak tersebut termasuk arca dan piring pecah belah, meskipun kondisinya sudah tidak utuh seperti semula karena telah berada di dasar laut selama berabad-abad.[8]