Museum Batam Raja Ali Haji mulai didirikan pada tahun 2019 dan dibuka secara resmi pada tanggal 18 Desember 2020 oleh Muhammad Rudi selaku Wali kota Batam.[4] Koleksi Museum Batam Raja Ali Haji menampilkan sejarah Kota Batam sejak masa Kesultanan Lingga hingga masa pemerintahan B. J. Habibie.[5] Museum Batam Raja Ali Haji dimiliki oleh Pemerintah Kota Batam dan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah Museum Batam Raja Ali Haji. Museum ini memiliki kode MS000111.[6]
Penamaan
Penamaan untuk Museum Batam dibahas dan dikaji bersama oleh Lembaga Adat Melayu dan Wali kota Batam, Muhammad Rudi. Tiga nama yang diusulkan yakni Raja Ali Haji, Raja Ali Kelana, dan Raja Haji Fisabilillah. Nama yang terpilih ialah Raja Ali Haji yang merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Kepulauan Riau.[7]
Museum Raja Ali Haji di kota Batam, 2026
Lokasi
Letak Museum Batam Raja Ali Haji di Dataran Engku Putri.[7] Lokasinya termasuk dalam kawasan Batam Center, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.[8] Museum Batam Raja Ali terletak berdekatan dengan Alun-Alun Batam Center dan Kantor Wali kota Batam.[9]
Bangunan
Bangunan yang menjadi lokasi Museum Batam Raja Ali Haji merupakan sumbangan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kepada Pemerintah Kota Batam. Sebelum dimanfaatkan sebagai museum, bangunan tersebut digunakan sebagai astaka Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional yang ke-25.[10]
Pendirian dan pembukaan
Museum Batam Raja Ali Haji didirikan sejak tahun 2019.[9] Pada tahun yang sama, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman memberikan dana untuk revitalisasi Museum Batam Raja Ali Haji oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam. Hasil revitalisasi berupa 15 ruang pamer yang dibuat untuk menampilkan koleksi museum.[11]
Pembukaan Museum Batam Raja Ali Haji diadakan pada tanggal 18 Desember 2020 yang bertepatan dengan hari jadi Kota Batam yang ke-191. Proses pembukaan dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam yang diwakili oleh Wali kota Batam yakni Muhammad Rudi. Tanda pembukaan ialah dengan membuka tirai sketsa wajah dari seorang penguasa kawasan Nongsa dan sekitarnya, yakni Raja Isa bin Raja Ali.[10]
Koleksi dan ruang pamer
Ruang pamer yang dimiliki oleh Museum Batam Raja Ali Haji sebanyak 15 ruangan dan digunakan untuk menampilkan koleksi museum.[9] Museum Batam Raja Ali Haji memperoleh koleksi dari hasil pemindahan berbagai benda bersejarah yang berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam.[9] Museum Batam Raja Ali Haji menampilkan tentang sejarah peradaban Batam. Penampilan sejarah dimulai dari masa Kesultanan Lingga, masa penjajahan Belanda, masa penjajahan jepang, dan masa kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, ditampilkan sejarah mengenai Batam pada masa pemerintah Kabupaten Kepulauan Riau, masa otorita pertama, masa pemerintahan B. J. Habibie, hingga masa kota administratif. Kemudian ditampilkan pula sejarah mengenai astaka, khazanah Melayu, dan infrastruktur mengenai pembangunan Kota Batam.[10]
Pengelolaan Museum Batam Raja Ali Haji diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariswisata Kota Batam. Pelaksana tugas pengelola Museum Batam Raja Ali Haji diserahkan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah Museum Batam Raja Ali Haji (UPTD Museum Batam Raja Ali Haji).[12]:Pasal 1 Ayat 8 Struktur organisasi pada UPTD Museum Batam Raja Ali Haji meliputi Kepala UPTD, Kepalan Sub Bagian Tata Usaha dan Kelompok Jabatan Fungsional. Kepala UPTD Museum Batam Raja Ali Haji berperan sebagai pemimpin yang bekerja dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam.[12]:Pasal 5
Pemanfaatan
Museum Batam Raja Ali Haji dimanfaatkan sebagai salah satu objek wisata sejarah di Kota Batam.[8] UPTD Museum Batam Raja Ali Haji mencatat sebanyak 9.133 kunjungan ke Museum Batam Raja Ali Haji pada periode Januari hingga Juni 2023.[13]