Korupsi di Islandia relatif rendah dibandingkan banyak negara. Menurut beberapa sumber, korupsi tidak lazim terjadi dalam kehidupan sehari-hari di Islandia.[1][2] Namun, krisis keuangan tahun 2008 dan pengungkapan yang muncul setelahnya berdampak negatif terhadap integritas dan independensi lembaga-lembaga pemerintahan Islandia.[3]
Indeks Persepsi Korupsi 2024 dari Transparency International memberi skor 77 untuk Islandia pada skala 0 (sangat korup) hingga 100 (sangat bersih). Berdasarkan skor tersebut, Islandia menempati peringkat ke-10 dari 180 negara dalam indeks tersebut, di mana negara yang menempati peringkat pertama dianggap memiliki sektor publik paling bersih.[4] Sebagai perbandingan di kawasan Eropa Barat dan Uni Eropa, skor tertinggi adalah 90, rata-rata skor kawasan adalah 64, dan skor terendah adalah 41.[5] Untuk perbandingan secara global, skor terbaik adalah 90 (peringkat 1), skor rata-rata global adalah 43, dan skor terburuk adalah 8 (peringkat 180).[6]
Menurut laporan evaluasi GRECO tahun 2013, sistem politik Islandia dilemahkan oleh potensi nepotisme, hubungan pribadi yang erat antara pejabat publik dan pelaku bisnis, serta patronase politik di tingkat lokal.[7] Secara umum, pelaku usaha tidak menganggap korupsi sebagai hambatan dalam menjalankan bisnis di Islandia, menurut Laporan Daya Saing GlobalForum Ekonomi Dunia 2013–2014.[8]
↑"Evaluation report 2013- Iceland"(PDF). GRECO & the European Commission. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 14 December 2013. Diakses tanggal 4 December 2013.