Korupsi di Austria cenderung tergolong rendah dibandingkan banyak negara lain, tetapi tetap menjadi isu yang diawasi dengan serius. Austria memiliki sistem kelembagaan dan hukum yang berkembang dengan baik, dan sebagian besar kasus korupsi yang sedang diselidiki oleh sebuah komite parlemen berakhir dengan proses peradilan dan putusan yang efektif. Namun, terdapat beberapa kasus korupsi signifikan di Austria yang terjadi selama dekade terakhir, melibatkan pejabat daerah dan regional, pejabat publik tingkat tinggi, pemerintah pusat, dan dalam satu kasus, mantan Kanselir.[1]
Dalam Indeks Persepsi Korupsi 2024 dari Transparency International, Austria memperoleh skor 67 pada skala 0 ("sangat korup") hingga 100 ("sangat bersih"), turun empat poin dari skor tahun 2023 dan turun sepuluh poin dari skor tertingginya, yaitu 77 pada tahun 2019. Berdasarkan peringkat skor, Austria menempati posisi ke-25 dari 180 negara dalam Indeks tersebut, di mana negara yang menempati peringkat pertama dianggap memiliki sektor publik yang paling jujur.[2] Untuk perbandingan skor regional, skor tertinggi di antara negara-negara Eropa Barat dan Uni Eropa adalah 90, skor rata-rata 64, dan skor terendah 41.[3] Untuk perbandingan skor global, skor terbaik adalah 90 (peringkat 1), skor rata-rata 43, dan skor terburuk 8 (peringkat 180).[4]
Dalam sebagian besar kasus, praktik korupsi terkait dengan konflik kepentingan, penyalahgunaan jabatan, pencucian uang, dan percaloan pengaruh. Skandal korupsi ini menimbulkan keraguan terhadap standar etika elite politik.[1] Keraguan ini tecermin dalam temuan Eurobarometer 2012, di mana dua pertiga responden menganggap politikus nasional korup dan juga institusi paling korup di Austria.[5]
Sebuah studi selama tahun 2013 hingga 2019 menemukan bahwa Austria memiliki tingkat korupsi tertinggi di bidang layanan kesehatan di antara semua negara Uni Eropa, dengan satu dari sembilan pasien Austria diminta membayar suap.[6][7]