C3 berinteraksi dengan faktor H,[8][9] dan faktor B yang telah teraktivasi oleh faktor D berupa Bb, menjadi C3Bb, yang disebut C3 konvertase AP.
Salah satu bentuk C3 konvertase yang disebut C4b2a, yang berbentuk heterodimer dari aktivasi C4 dan C2, merupakan enzim yang mengiris C3 menjadi C3a dan C3b.
C3a merupakan anafilatoksin yang menginduksi proses peradangan, kontraksi otot, meningkatkan permeabilitas vaskular dan stimulan mastosit dan basofil untuk mensekresi histamin,[10] sedangkan C3b berfungsi sebagai opsonin dan aktivator lintasan kekebalan alternatif, juga sebagai pengikat C5.[11]
C3b menunjukkan tioester reaktif yang akan mengikat semua jenis permukaan yang memiliki nucelohile seperti amina primer maupun gugushidroksil. Faktor I lebih lanjut mengiris C3b menjadi C3c dan C3d yang berguna untuk menunjang respon kekebalan oleh sel B.
Di dalam lintasan komplemen alternatif, C3 teriris oleh bentuk C3 konvertase yang lain, yaitu C3bBb.
Rasio C3 dalam plasma darah sekitar 75–135mg/dl,[12] rasio yang berlebihan dapat merupakan indikasi adanya:[13]
↑"Human PubMed Reference:". National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine.
↑"Mouse PubMed Reference:". National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine.
↑Sahu A, Lambris JD (2001). "Structure and biology of complement protein C3, a connecting link between innate and acquired immunity". Immunol. Rev. 180: 35–48. doi:10.1034/j.1600-065X.2001.1800103.x. PMID11414361.
↑Soames, C J (1997). "Interactions between human complement components factor H, factor I and C3b". Biochem. J. 326 ( Pt 2). ENGLAND: 553–61. ISSN0264-6021. PMID9291131.; ; ; ; Pemeliharaan CS1: Tahun (link)
↑Jokiranta, T S (2001). "Complement C3b interactions studied with surface plasmon resonance technique". Int. Immunopharmacol. 1 (3). Netherlands: 495–506. ISSN1567-5769. PMID11367533.; ; ; ; Pemeliharaan CS1: Tahun (link)