Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta (disingkat UIN Sunan Kalijaga atau UIN Suka) adalah perguruan tinggi Islam negeri di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menyelenggarakan berbagai program studi di bidang ilmu keislaman. Saat ini universitas tersebut menawarkan program studi di bidang Adab, Dakwah, Syariah, Tarbiyah, Ushuluddin, Sains dan Teknologi, Ilmu Sosial dan Humaniora, serta Bisnis dan Ekonomi Islam. Nama universitas ini diambil dari Sunan Kalijaga, salah satu anggota kelompok wali Jawa yang dikenal sebagai Wali Sanga.
Sejak tahun 2021, UIN Sunan Kalijaga resmi menyandang gelar Perguruan Tinggi yang terakreditasi Unggul[1] berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) No: 899/SK/BAN-PT/AK-ISK/PT/X/2021 tentang Konversi Peringkat Akreditasi Perguruan Tinggi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Kabupaten Sleman, tertanggal 12 Oktober 2021 s.d. 20 Desember 2023. Tidak hanya itu, UIN Sunan Kalijaga juga menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang pertama kali meraih Akreditasi Unggul versi BAN-PT dan nomor dua belas secara nasional.[2]
UIN Sunan Kalijaga merupakan lembaga pendidikan tinggi Islam negeri tertua di tanah air. Pada tanggal 14 Oktober 2004, terjadi transformasi perkembangan kelembagaan, yaitu transformasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Saat ini, ada 69 program studi yang terselenggara di UIN Sunan Kalijaga, terdiri dari 44 program sarjana (S1), 19 program magister (S2), dan 6 program doktor (S3), serta program internasional.[3]
Keinginan untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi Islam telah ada sejak masa kolonial. Dr. Wirjosandjojo Satiman menekankan pentingnya pendirian perguruan tinggi Islam guna meningkatkan harga diri umat Muslim di Hindia Belanda. Lembaga tersebut akhirnya terwujud pada 8 Juli 1945 dengan berdirinya Sekolah Tinggi Islam di Jakarta.[butuh rujukan] Pada masa revolusi, Sekolah Tinggi Islam dipindahkan ke Yogyakarta dan dibuka kembali pada 10 April 1946. Pada November 1947 dibentuk sebuah panitia untuk membahas pengembangan sekolah tersebut, dan pada 10 Maret 1948 dicapai kesepakatan untuk mendirikan Universitas Islam Indonesia dengan empat fakultas, yakni Agama, Hukum, Ekonomi, dan Pendidikan.
Pemerintah kemudian memberikan pengakuan kepada kelompok nasionalis yang terlibat dalam revolusi dengan mendirikan Universitas Gadjah Mada pada 1950. Perkembangan Universitas Islam Indonesia berlangsung pesat, dengan Fakultas Indonesia yang saat itu memiliki 22 cabang.
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2004, IAIN Sunan Kalijaga resmi bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Perubahan status ini mendorong UIN Sunan Kalijaga untuk melakukan berbagai pengembangan, baik di bidang manajemen maupun akademik, serta menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi di dalam dan luar negeri.
Per tahun 2025, UIN Sunan Kalijaga menyediakan 8 fakultas, yaitu:
Fakultas Adab dan Ilmu Budaya
Fakultas Ushuluddin, dan Pemikiran Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Fakultas Syariah dan Hukum
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Fakultas Sain dan Teknologi
Fakultas
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) memiliki 8 fakultas dan Pascasarjana, yaitu:
Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta secara langsung dilayani bus Trans Jogja jalur dan , yang berhenti di halte UIN 1 dan 2. Di dekat kampus juga terdapat halte De Britto dan Gedung Wanita, yang selain dilalui bus Trans Jogja jalur jalur 4A dan 4B, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta juga dilalui jalur , , dan .