Fauzan Khalid lahir di Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tanggal 21 Mei 1971. Politikus berusia 45 tahun ini menikah dengan Hj. Khairatun Munzir, S. Hi dan dikaruniai dua orang anak yaitu Nadani Ruro Shopia dan Kanzan Paramasidqi. Semenjak masih mahasiswa, Fauzan tergolong giat dalam berbagai organisasi. Keterampilannya dalam dunia politik sudah diasah sejak bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam komisariat IAIN Sunan Kalijaga. Walaupun masih muda, sebagai aktivis Fauzan sangat diperhitungkan oleh berbagai kalangan, baik mahasiswa maupun birokrat dan politikus. Ia merupakan Dewan Pendiri dan Peneliti di Institut Study Krisis dan Perdamaian (inSKRIP), serta pernah menjabat Ketua Dewan Kajian Politik NTB. Fauzan memiliki latar belakang pendidikan yang cukup bagus. Setelah menyelesaikan studi pasca sarjana (S2), Fauzan menjadi dosen Fisip di Universitas Muhammadiyah Mataram. Selain itu, juga mengajar di Fakultas Hukum Universitas 45 Mataram. Dia pernah menjadi Ketua Jaringan Radio Komunitas (JRK), Wakil Ketua Koalisi Lombok Barat Sehat, dan aktif sebagai anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) NTB hingga sekarang.
Bangun Lombok Barat
pembangunan pariwisata di Lombok Barat. Wisata lobar diharapkan menjadi sektor unggulan kedua setelah pertanian, melalui berbagai program peningkatan SDM dan program lainnya. Di bidang pendidikan, Fauzan fokus peningkatan kapabilitas tenaga pengajar, menciptakan wadah kreativitas siswa, serta menambah infrastruktur pendidikan yang lebih baik dan maju.