Menjadi bupati
Dia berhasil memenangi Pilkada Majalengka yang digelar 26 Oktober 2008 dengan perolehan suara sebesar 31,20%, disusul pasangan Suharja–Ateng Sutisna memperoleh 15,60%, Uu Saepudin–Abun Bunyamin 4,47%, Yunus Sanusi–Dedi Supriadi 16,14%, Tio Indra Setiadi–Ending Suhendi 9,46%, Nazar Hidayat–M Iqbal MI Baik 16,73%, Eman Sulaeman–Fuad Abdul Azid 6,41% (CA-31/A-26). Jumlah suara sah sebanyak 623.143, jumlah suara tidak sah mencapai 35.282 suara. Sedangkan jumlah pemilih di Kabupaten Majalengka sendiri mencapai 897.790 pemilih atau 73,34 % pemilik hak pilih memilih.[3]
Sedangkan dia bersama Karna Sobahi maju lagi dalam Pilkada 2013, dan berhasil memenangi kembali. Kali ini, pasangan ini memperoleh 374.548 suara (56,34%), mengalahkan 3 calon lainnya Nazar Hidayat–Tio Indra Setiadi (didukung PKS dan Partai Patriot) yang memperoleh 172.865 suara (26%), pasangan Apang Sopandi–Nasir yang didukung Golkar, PAN, PKB, PPP, PBB, PKPB, PKPI dan PKNU memperoleh 85.197 suara (12,82%) dan pasangan independen Yeyet Rohaeti–Sudirman yang hanya memperoleh 32.145 suara (4,84%).