Dede Yusuf Macan Effendi (lahir 14 September 1966) adalah seorang aktor, politikus, dan presenter berkebangsaan Indonesia. Dede pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat sejak 13 Juni 2008 hingga 13 Juni 2013. Kemudian sejak 2014 hingga sekarang menjadi anggota DPR-RI selama 3 periode berturut-turut.
Melanjutkan karier politiknya kembali ke DPR-RI pada 2014 melalui Partai Demokrat di Dapil Jawa Barat II (Kabupaten Bandung dan Bandung Barat), dan terpilih menjadi Ketua Komisi IX DPR RI, yang mengurusi soal Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan BPJS.
Pada tahun 2019, Dede terpilih lagi dengan jabatan yang sama untuk periode 2019–2024, dan mengemban jabatan sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI, yang mengurusi bidang Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ekonomi Kreatif, dan Pariwisata.
Setelah menyelesaikan studi S3 nya bidang Administrasi Publik di Universitas Padjadjaran, Dede maju kembali pada pemilu 2024 untuk DPR-RI di dapil yang sama, dan terpilih untuk ke 3 kalinya. Pada periode 2024–2029 ini, ia ditugaskan sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI yang mengurusi Pemerintahan Dalam Negeri, Pertanahan, KPU, Bawaslu, dan Kemenpan RB, serta IKN.
Dede juga dipercaya oleh Ketua Umum Partai Demokrat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat masa bakti 2025–2030.
Saat Dede lahir, salah satu film ibundanya, Macan Kemayoran menuai sukses. Sehingga sang ayah menamakan dirinya "Macan". Agar tidak terkesan galak, kakek Dede memberi nama Yusuf yang merupakan salah satu nabi dalam Islam, dan di depannya ditambahkan Dede sebagai nama pria Sunda yang sangat umum.
Awalnya keluarga Dede masih menumpang di rumah sang kakek Roestam Effendi (pujangga prosa angkatan 1945). Saat Dede berusia 8 tahun, orang tuanya berpisah. Dede dan kakaknya selalu berganti-ganti rumah, kadang di rumah ayah, kadang di rumah ibu. Kondisi tersebut membentuk karakter Dede menjadi agak badung dan nakal. Untuk meredam hobi berkelahinya, ayahnya mengikutkan Dede dalam kegiatan silat. Dede juga mempunyai hobi membaca komik. Hobi ini begitu memengaruhinya sehingga Dede bercita-cita menjadi manusia super seperti Batman atau Superman dan astronot.
Peristiwa perceraian orang tua Dede tidak hanya berdampak negatif. Akibat perpisahan itu, Dede menjadi sosok yang mandiri. Bahkan pada usia 10 tahun Dede sudah menjalankan bisnis penyewaan komik kepada teman-teman di sekolahnya.
Masa remaja
Sejak SMP Dede sudah mengikuti program weight training ala idolanya, Arnold Schwarzenegger. Berbagai jenis olahraga bela diri dicobanya, seperti Karate, Kungfu, Kenpō, Jujutsu, dan Taekwondo yang telah sampai pada tingkat DAN-IV Kukkiwon.
Dede juga mengikuti kompetisi bela diri, mulai dari kejuaraan cabang hingga tingkat nasional dari tahun 1982 hingga 1990. Dede pernah meraih gelar Juara Nasional Taekwondo kelas ringan tahun 1984 dan kelas ringan berat 1988. Dia terdaftar sebagai tim nasional Indonesia. Sampai akhirnya dia berhenti bertanding dan konsentrasi melatih murid-muridnya di dojo.
Karier
Dunia hiburan
Dede sering menjadi pemain figuran yang mendampingi bintang laga seperti Barry Prima, George Rudy, dan Advent Bangun. Dede juga menerima tawaran sebagai model di majalah-majalah ibu kota.
Kesempatan datang dengan debut pertamanya sebagai peran pembantu di film Catatan Si Boy besutan sutradara Nasri Cheppy. Serial televisi yang melambungkan namanya adalah Jendela Rumah Kita di TVRI dengan peran sebagai Jojo yang mampu bertahan selama 4 tahun (1989–1992).
Pada tahun 1992, Dede diajak oleh Ani Sumadi untuk memandu kuis Tak-Tik Boom musim pertama yang bertahan di papan atas rating televisi selama 6 tahun (1992—1998). Dede juga menjadi bintang iklan beberapa produk, di antaranya Tira Jeans, Homy Ped, Bosowa Motor, Green Sands, serta Bodrex.
Serial aksi yang pernah dibintangi Dede adalah Jalan Makin Membara. Dede juga membintangi dan menyutradarai film Reinkarnasi (2000).
Dunia politik
Potret sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat (2008—2013)
Dede berkenalan dengan dunia politik sejak bergabung dengan Kosgoro tahun 1992 sebagai salah satu pengurus pusat. Akan tetapai, Ia akhirnya memilih dunia perfilman lebih menarik. Dede pun maju sebagai kandidat Ketua Umum PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) yang akhirnya dimenangkan Sys NS, sedang Dede menempati posisi sebagai Sekjen PARFI. Seiring kesibukannya untuk syuting, Dede akhirnya meletakkan jabatan itu. Akhirnya dunia politik praktis menariknya kembali. Dede mendaftar sebagai calon legislatif dari PAN untuk daerah pemilihan Jabar IX (Kuningan-Ciamis-Banjar). Dede pun terpilih sebagai Anggota Legislatif untuk masa jabatan 2004-2009 dan duduk di Komisi VII yang membidangi energi, lingkungan hidup, minyak bumi, serta penelitian.
Pada tanggal 3 Maret 2013 diumumkan hasil Pilkada Gubernur-Wagub Jawa Barat. Pasangan Cagub-Cawagub nomor 3 Dede-Lex memperoleh peringkat ke 3 dari 5 pasangan calon dengan perolehan suara 5.077.522 suara atau 25,24 persen dari suara sah.[4]
Pada pemilu legislatif 2014, Dede maju sebagai calon legislatif DPR dapil Jawa Barat II dari Partai Demokrat, ia pun lolos ke Senayan dan menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dengan perolehan suara 142.939 suara.[5]
Kehidupan pribadi
Dede menikah dengan Sendy Ramania Wurandani pada awal tahun 1999 setelah berpacaran selama 7 tahun. Mereka berkenalan saat Dede menjadi pelatih Tae Kwon Do di SMA Tarakanita 1. Saat itu, Sendy menjadi seorang mayoret dari grup musik drum Tarakanita. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua orang anak, Alifiya Arkana Paramita dan Kaneishia Yusuf.
Dede memiliki peran besar dalam mendatangkan investor bagi klub sepak dalam Persib Bandung, sehingga pada 2011 Dede didapuk menjadi Duta Persib. Selain di bidang olahraga, Dede juga aktif dalam dunia kepemudaan. Pada 2010, Dede terpilih secara aklamasi sebagai ketua Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Barat, lalu kembali terpilih secara aklasi kembali pada 2015. Atas kontribusinya di dunia Kepramukaan, pada 2014 Dede mendapatkan Lencana Karya Bhakti yang disematkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Buperta Cibubur.