Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus atau UINSunan Kudus, sebelumnya bernama IAIN Kudus adalah Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Kudus provinsi Jawa Tengah, Indonesia. UIN Sunan Kudus didirikan berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 11 Tanggal 21 Maret 1997 bertepatan dengan Tanggal 12 Dzulqaidah 1417 H.[3]
Sejarah
Masa rintisan
Eksistensi IAIN Kudus tidak dapat terlepas dari sejarah berdirinya Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Indonesia yaitu Institut Agama Islam Negeri. Di samping itu, keberadaan IAIN sendiri tidak terlepas dari pasang surutnya perjuangan Islam di Indonesia terutama dalam bidang Dakwah Islamiyah.
Sejarah telah mencatat bahwa kerajaan Islam yang pertama di Pulau Jawa berada di Demak, yang dikenal dengan Kerajaan Islam Demak. Bersamaan dengan kejayaan Kerajaan Islam tersebut hidup sejumlah Wali yang cukup tersohor dan sangat berjasa pada dalam penyiaran dan pengembangan agama Islam di Nusantara, khususnya di Pulau Jawa, lebih khusus lagi di kawasan timur pantai utara Jawa Tengah. Di antara sejumlah Wali tersebut ada 9 (sembilan) orang yang terkenal dan dua di antara mereka ada di Kudus, yaitu Syaikh Ja'far Shodiq (Sunan Kudus) dan Raden Umar Said (Sunan Muria). Dengan demikian maka Jawa Tengah bagian utara dulu pernah menjadi pusat pengkajian dan penyebaran agama Islam.
Pada waktu pemerintahan Republik Indonesia berpusat di Yogyakarta (1949), Pemerintah mendirikan perguruan tinggi yang diberi nama Universitas Gajah Mada yang semula adalah perguruan tinggi swasta, yang diperuntukkan untuk golongan nasional. Sedangkan untuk golongan Islam didirikan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang diambilkan dari Fakultas Agama Universitas Islam Indonesia yang notabene adalah perguruan tinggi swasta.
Dalam proses selanjutnya, pada tahun 1960 PTAIN di Yogyakarta dan Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) di Jakarta digabung menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dengan nama al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah. IAIN yang semula hanya ada di Yogyakarta, kemudian berkembang menjadi 14 IAIN yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pada tahun 1963 Yayasan Kesejahteraan Daerah (YKD) Kudus mendirikan Perguruan Tinggi Ilmu Ekonomi yang sekarang menjadi Universitas Muria Kudus, dan Perguruan Tinggi Agama Islam yang kemudian menjadi Fakultas Tarbiyah yang secara operasional menginduk kepada IAIN Sunan Kalijaga. Kemudian pada tahun 1969 berdiri juga Fakultas Ushuluddin. Dalam perkembangannya, pada tanggal 6 April 1970 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 1970 Fakultas Ushuluddin dinegerikan. Bersamaan dengan itu pula Fakultas Tarbiyah ditarik ke IAIN Walisongo Semarang dan Fakultas Ushuluddin tetap di Kudus sebagai Fakultas Daerah dari IAIN Walisongo Semarang. Kemudian para dermawan, seperti BAPENI, pemerintah daerah, tokoh agama dan masyarakat serta industri rokok memberikan tanah wakaf untuk Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo yang berada di Kudus.
Sejarah Awal STAIN Kudus
Pada bulan Maret 1997 keluar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1997 tentang Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri. Dengan berdasarkan Keputusan Presiden tersebut, maka Fakultas Ushuluddin IAIN Walisongo Semarang yang berada di Kudus beralih status dan berdiri sendiri menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus atau yang lebih dikenal sebagai STAIN Kudus.
Setelah berdiri sendiri menjadi STAIN Kudus, Fakultas Ushuluddin menjadi Jurusan Ushuluddin dan kemudian STAIN Kudus berhasil mengembangkan menjadi beberapa Jurusan. STAIN Kudus pada tahun 2016, mempunyai empat jurusan yaitu; Jurusan Ushuluddin, Jurusan Tarbiyah, Jurusan Syari'ah & Ekonomi Islam, dan Jurusan Dakwah & Komunikasi.
Seiring berjalannya waktu, tahun 2016 STAIN Kudus semakin melebarkan sayapnya dengan menambahkan beberapa fasilitas penunjang perkuliahan dan membuka beberapa program studi baru.
Pada tahun 2017 STAIN Kudus tercatat sudah memiliki Program Studi sebanyak 28 Program Studi. Program Studi yang dimiliki STAIN Kudus saat ini sebagaimana terinci sebagai berikut;
26 (dua puluh enam) Program Studi pada strata satu/sarjana (S1), yang tersebar di empat Jurusan:
Jurusan Tarbiyah ada 10 program studi,
Jurusan Syariah dan EI; 7 program studi,
Jurusan Ushuluddin; 4 program studi,
Jurusan Dakwah dan Komunikasi; 5 program studi.
2 (dua) program studi pada strata dua/pascasarjana (S2), yang tersebar di dua Jurusan; yaitu Jurusan Tarbiyah dan Jurusan Syariah dan Ekonomi Islam, masing-masing 1 (satu) program studi.
Menjadi IAIN Kudus
Dalam perkembangannya, animo masyarakat semakin besar dan adanya tuntutan regulasi baru, pimpinan STAIN Kudus dengan Ketua Dr. H. Fathul Mufid, M.S.I., mulai tahun 2016 mengajukan proposal perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Agama Islam menjadi Institut Agama Islam Negeri. Setelah melalui proses yang panjang, pada tahun 2018 melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2018 tanggal 7 April 2018 STAIN Kudus resmi berubah bentuk menjadi Institut Agama Islam Negeri Kudus (IAIN Kudus) dan melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor B.II/3/15450 tanggal 18 April 2018 mengangkat Dr. H. Mundakir, M.Ag. sebagai Rektor IAIN Kudus.[4]
Fakultas
IAIN Kudus memiliki 5 fakultas dan 1 program pascasarjana, yakni sebagai berikut:
Fakultas Tarbiyah
S1 Pendidikan Agama Islam (PAI)
S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
S1 Tadris Bahasa Inggris (TBI)
S1 Tadris Biologi (TBio)
S1 Tadris Matematika (TM)
S1 Tadris IPA (TIPA)
S1 Tadris IPS (TIPS)
S1 Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI)
Fakultas Syari'ah
S1 Ahwal Syakhsyiyyah (AS)/Hukum Islam
S1 Hukum Ekonomi Syari'ah (HES)
S1 Hukum Tata Negara (HTN)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
S1 Ekonomi Syari'ah (ES)
S1 Manajemen Bisnis Syari'ah (MBS)
S1 Manajemen Zakat dan Wakaf (MZW)
S1 Perbankan Syari'ah (PS)
S1 Akuntansi Syari'ah (AKSYA)
Fakultas Ushuluddin
S1 Ilmu al-Qur'an dan Tafsir (IQT)
S1 Akidah dan Filsafat Islam (AFI)
S1 Tasawuf dan Psikoterapi Islam (TPI)
S1 Ilmu Hadis (IH)
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
S1 Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI)
S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
S1 Manajemen Dakwah (MD)
S1 Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)
S1 Pemikiran Politik Islam (PPI)
Pascasarjana
S2 Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI)
S2 Magister Ekonomi Syari'ah (ES)
S2 Magister Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) (HKI)
S2 Magister Pendidikan Agama Islam (PAI)
S2 Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Selama masa rintisan sampai saat ini, IAIN Kudus telah dipimpin oleh beberapa periode kepemimpinan yang menjabat mulai dari Ketua STAIN sampai Rektor IAIN Kudus, berikut daftar namanya:
Drs. H. Muslim A. Kadir, MA. (Pjs. Ketua STAIN Kudus, 1997)[4]
Dr. Masyharuddin, M.Ag (Ketua STAIN Kudus, 2007)
Dr. H. M. Ridwan Lubis (Pgs. Ketua STAIN Kudus, 2008–2009)
Dr. H. Fathul Mufid, M.S.I. (Ketua STAIN Kudus, 2016)
Prof. Dr. H. Mudzakir, M. Ag. (2018–2022)
Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si. (2022–2026)
Kemahasiswaan
Beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang dapat diikuti oleh mahasiswa UIN Sunan Kudus, antara lain:[5]
UKM Lembaga Dakwah Kampus Sunan Kudus
UKM Al-'Ailah Fi Zumrati al-Lhugah al-'Arabiyah Sunan Kudus
UKM Pecinta Alam Mahasiswa Sunan Kudus
UKM Musik Islami Sunan Kudus
UKM Kelompok Mahasiswa Ilmiah Sunan Kudus
UKM Koperasi Mahasiswa Sunan Kudus
UKM Student's English Club Sunan Kudus
UKM Olahraga Sunan Kudus
UKM Mini Sport Sunan Kudus
UKM Teater Sunan Kudus
UKM Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz Sunan Kudus
UKM Lembaga Pers Mahasiswa Sunan Kudus
UKM Bela Diri Sunan Kudus
UKM Resimen Mahasiswa Sunan Kudus
UKM Racana Sunana Kudus - Dewi Ruhil
UKM Sinema Digital Media Mahasiswa Sunan Kudus
Alumni
Dalam konteks lembaga, alumni menjadi juru bicara kesuksesan IAIN Kudus. Sementara, dalam konteks umum, alumni punya peran tinggi dalam mengamalkan ilmunya, ikut mencerdaskan masyarakat dan membangun peradaban umat.[6]
Beberapa tokoh yang berasal dari Alumni IAIN Kudus antara lain:
↑"IAIN Kudus Bakal Jadi Kampus Ramah Difabel". Arinal Azka Firman Syah dalam Wisuda Program Sarjana IAIN Kudus ke 35, diliput Joglo Jateng. 30 Oktober 2023. Diarsipkan dari asli tanggal 11 November 2023. Diakses tanggal 11 November 2023.