Dendam (Pali dan Sanskerta: upanāha) juga dikenal sebagai permusuhan adalah istilah dalam Buddhisme yang dapat didefinisikan sebagai sebuah keterikatan pada niat untuk menyakiti serta menahan diri untuk tidak memberi pengampunan.[1][2] Upanāha termasuk salah satu dari dua puluh cetasika pengotor sekunder dalam ajaran Abhidhamma Theravada dan termasuk merupakan salah satu dari dua puluh faktor mental tidak baik tambahan dalam ajaran Abhidharma aliran Mahayana.
Apakah yang dimaksud dengan dendam? Dendam adalah tidak melepaskan keterikatan yang muncul melalui hubungan dengan kemarahan yang mendasarinya. Fungsinya adalah menjadi dasar dari ketidakmampuan untuk bertahan.[1]
Alan Wallace menggambarkan upanāha sebagai "penahanan kemarahan yang terus berlanjut (Sanskrta: krodha)".[3]
Goleman, Daniel (2008), Destructive Emotions: A Scientific Dialogue with the Dalai Lama, Bantam, Kindle Edition
Guenther, Herbert V. (1975), Mind in Buddhist Psychology: A Translation of Ye-shes rgyal-mtshan's "The Necklace of Clear Understanding", Dharma Publishing, Kindle Edition
Kunsang, Erik Pema (2004), Gateway to Knowledge, Vol. 1, North Atlantic Books