Waduk ini dibangun dengan cara membendung salah satu anak dari Sungai Serang, yakni Sungai Ngrancah di Desa Hargowilis, Kapanewon Kokap, dengan total biaya pembangunan mencapai Rp 22 miliar dan dapat diselesaikan dalam waktu dua tahun delapan bulan. Untuk pembangunan waduk ini, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo melakukan transmigrasi massal alias “bedol desa”. Sebanyak 100 keluarga yang terdampak pembangunan waduk ini pun ditransmigrasikan ke Taktoi, Rejang Lebong, Bengkulu, sementara 7 keluarga lainnya ditransmigrasikan dengan program Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Kelapa Sawit ke Riau.
Permukaan air Waduk Sermo
Panorama
Waduk Sermo merupakan satu-satunya waduk di DI Yogyakarta. Waduk ini terletak kurang lebih 8 km di sebelah barat kota Wates atau 36 km di arah barat kota Yogyakarta. Pemandangan yang bagus dengan disertai view pegunungan Menoreh yang menjulang hijau dengan hutan-hutannya serta sejuknya udara menjadi nilai jual wisata bagi waduk ini. Para wisatawan juga bisa melepaskan penat dengan menikmati berbagai menu ikan segar yang didapat dari hasil tangkapan waduk, baik membeli ataupun bisa memancing sendiri.
Bentuk waduk yang berkelok-kelok dan dikelilingi bukit-bukit merupakan keindahan tersendiri yang dapat dinikmati dengan menggunakan perahu motor. Bagi yang menyukai ikan segar dapat membeli di karamba atau memancing. Sedangkan yang menyukai masakan ikan segar tersedia warung apung yang menyajikan ikan goreng dan bakar. Fungsi utama dari waduk ini adalah sebagai tempat penyediaan air baku untuk pengairan dan pengendalian banjir. Di samping itu juga mempunyai fungsi tambahan sebagai objek wisata dan penyediaan sarana air minum.
Dermaga kecil di Waduk Sermo tempat menaikkan dan menurunkan wisatawan yang naik perahu
Waduk Sermo dilihat dari perbukitan
Pemandangan Waduk Sermo dari Kalibiru
Pemanfaatan
Selama ini, Waduk Sermo dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan untuk memasok air irigasi ke sawah di Wates dan sekitarnya. Terkadang waduk ini juga digunakan sebagai lokasi lomba dayung dan sebagai tempat latihan bagi taruna Akademi Angkatan Udara (AAU).
Waduk ini juga sering dijadikan objek diskusi akademis mengenai evaluasigeologiteknik dan kerentanan gerakan tanah (terutama pada sandaran dinding bendungan sisi barat/kanan). Waduk ini pun sering dijadikan masyarakat sebagai tempat wisata, dengan kegiatan seperti perahu wisata, perkemahan, kuliner, tempat nongkrong, dsb.