Bendungan Lempake atau Bendungan Benanga Lempake yang terletak di kabupaten Samarinda, Kalimantan Timur adalah sebuah bendungan multifungsi dengan luas sekitar 387,10 Ha dengan kedalaman air 1-2 meter[1] dengan kapasitas tampung sebesar 1,6 juta m3.[2] Bendungan yang dibangun pada tahun 1978 tersebut berada di daerah aliran sungai (DAS) Lempake aliran sungai Karangmumus 15km sebelum bermuara di sungai Mahakam. Luas DAS Karangmumus sebesar ±318km2 sedangkan luas DAS Karangmumus di hulu bendungan sebesar ± 193km2 atau sekitar 60% dari total luas DAS Mahakam.[3] Sungai-sungai utama yang memasok air ke waduk ini adalah Sungai Karangmumus, Lubang Putang, Selindung dan Binanga.[1]
Jangkauan luas area irigasi pertanian mencapai 714,56 hektare(ha), terdiri atas luas area irigasi potensial 483,72 ha dan irigasi fungsional seluas 230,84 ha. Fungsi dari bendungan ini adalah untuk kebutuhan irigasi dan untuk mereduksi banjir pada lima kecamatan di Samarinda, antara lain Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda Utara, Samarinda Ilir, dan Samarinda Kota.[4]
Pada tahun 2020 telah dianggarkan Rp 26 miliar untuk pengerukan sedimentasi pada bendungan tersebut agar dapat dioptimalkan manfaatnya. Bendungan Lempake telah menjadi sumber air baku sebesar 100 liter/detik khususnya untuk masyarakat di Samarinda bagian Utara.[2]
Awalnya waduk ini hanya merupakan sebuah tempat untuk membendung air saja, namun karena tampungan airnya yang cukup besar maka dinaikan statusnya menjadi Bendungan. Secara organisasi waduk tersebut dikelola oleh Balai wilayah Sungai Kalimantan III, Direktorat Jenderal Sumber Daya Alam yang berada di bawah Kementerian PUPR. Semua kegiatan yang dilaksanakan di sekitar lokasi waduk harus memperoleh izin dari pengelola waduk (BWS), terutama kegiatan yang dilaksanakan di zona bendungan yang merupakan wilayah yang di lindungi (protected area), demi menjaga keberlanjutan air waduk yang lebih baik.[1]