Bendungan ini mulai dibangun pada bulan November 2018[1] dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada bulan Desember 2022.
Manfaat
Bendungan diharapkan dapat mengairi lahan pertanian seluas 4.500 hektar, mengurangi debit banjir 25 tahunan sebesar 26,90 meter kubik per detik, dan menyediakan air baku sebanyak 4,50 meter kubik per detik. Air yang terbendung oleh bendungan ini juga dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik melalui PLTM berkapasitas 2 MW.[1][2]