Pembangunan waduk ini telah digagas pada tahun 1983. Setelah melewati sejumlah tahap, kontrak pembangunan bendungan dari waduk ini akhirnya diteken pada tahun 2013. Walaupun begitu, pembangunan bendungan belum dapat dimulai, karena proses pembebasan lahan masih belum selesai. Bendungan akhirnya mulai dibangun pada tahun 2015. Pembangunan bendungan kemudian dapat diselesaikan pada akhir tahun 2020 dengan total biaya pembangunan mencapai Rp 513 miliar.[2]
Manfaat
Waduk ini terutama difungsikan untuk mengairi lahan pertanian seluas 3.000 hektar di Kuningan dan Brebes. Waduk ini juga difungsikan untuk mereduksi debit banjir sebesar 213 meter kubik per detik dan menyediakan air baku sebesar 0,30 meter kubik per detik bagi 300.000 rumah di Kuningan dan Brebes. Selain itu, waduk ini juga difungsikan sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dsb. Air yang tertampung di waduk ini juga berpotensi untuk digunakan membangkitkan listrik melalui PLTM berkapasitas 0,5 MW.[3][4]
↑Joga, Nirwono dan Soetomo, Agus (2020). 75 Bendungan Sumber Kehidupan dan Kesejahteraan Rakyat(PDF) (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. hlm.108–111. ISBN978-623-94752-4-6. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)