Pada tahun 2009, bersama Macmahon Holdings, perusahaan ini mendapat kontrak untuk membangun infrastruktur di Tambang Emas Martabe milik Agincourt Resources.[3] Pada tahun 2010, perusahaan ini berekpansi ke luar Indonesia dengan mendirikan Duta Graha Arabia di Arab Saudi, serta menjadi perusahaan konstruksi asal Indonesia pertama yang berhasil memenangkan kontrak pembangunan infrastruktur di Timor Leste. Pada tahun 2012, perusahaan ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang dan berekspansi ke bisnis pembangkitan listrik berbasis energi terbarukan.[2][4]
Pada tahun 2017, perusahaan ini mendapat kontrak untuk membangun pengaman Pantai Tiku dan normalisasi Batang Agam di Padang, serta membangun pengaman Pantai Jongor di Banten.[5] Bersama Macmahon Holdings, perusahaan ini juga mendapat kontrak untuk membangun infrastruktur di Tambang Emas Tujuh Bukit.[6] Pada tahun 2021, Global Dinamika Kencana resmi mengakuisisi 51,85% saham perusahaan ini dengan harga Rp 229,85 miliar.[7] Pada tahun 2022, melalui PT Duta Buana Permata, perusahaan ini mengakuisisi 35% saham PT Dirgantara Yudha Artha dengan harga Rp256,5 miliar.[8]
Referensi
12"Komisaris & Direksi". PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk. Diakses tanggal 13 November 2021.