Muara Batang Antokan dan Danau Maninjau sebagai hulunya di Kabupaten Agam, Sumatera Barat
Batang Antokan atau sungai Antokan (beberapa sumber menambahkan kata sungai di depan menjadi Sungai Batang Antokan) adalah nama sungai yang berada di provinsi Sumatera Barat.[3] Aliran utama Batang Antokan memiliki sumbernya dari sebuah danau yang terletak di sebelah timur muara Batang Antokan pada ketinggian sekitar 461 mdpl.[4][5] Danau yang dikenal dengan nama Danau Maninjau tersebut merupakan sebuah danau yang terbentuk akibat letusan gunung api purba 52 ribu tahun silam yang bernama Gunung Sitinjau.[6] Air pada danau tersebut keluar melalui sebuah celah ngarai yang berada di sisi sebelah barat danau, mengalir sejauh kurang lebih 48km ke arah barat menuruni lembah, melintasi daerah Lubuk Basung hingga bermuara di pesisir pantai barat Sumatera, wilayah perairan Samudera Hindia, di daerah Tanjung Mutiara.[3][4] Aliran hulu sungai ini dimanfaatkan sebagai tenaga untuk menggerakan turbin PLTA Maninjau yang diresmikan penggunaannya oleh presiden Suharto pada akhir 1983 dengan kapasitas terpasang 4x17 megawatt (68 MW).[7]
Hidrologi DAS
Batang Antokan merupakan aliran utama dalam sistem daerah aliran sungai Antokan dengan luas DAS sekitar 530km2 (200sqmi).[1]DAS Antokan termasuk kedalam kelompok DAS pantai barat Sumatera yang mengalirkan alirannya menuju dan bermuara di wilayah perairan Samudera Hindia.[4]
DAS Antokan berbatasan dengan DAS Masang Kanan disebelah utara dari muara hingga ke bagian hulu. Kemudian dengan hulu DAS Masang Kiri, mulai dari sisi utara hingga ke timur. Di sebelah tenggara berbatasan dengan hulu DAS Mangau. Di sebelah selatan dengan hulu DAS Naras, hulu DAS Gasang Gadang dan DAS Batang Tiku mulai dari bagian hulu hingga ke hilir. Kesemua DAS yang berbatasan di sekeliling DAS Antokan tersebut, juga merupakan kelompok DAS pantai barat Sumatera.[4]