Sungai Kaso, dalam bahasa Sunda juga disebut Ci Kaso, adalah sungai di Kabupaten Garut, Jawa Barat,Indonesia, sekitar 190km di tenggara ibu kota Jakarta.[1][2] Sungai Ci Kaso mengalir sejauh 18 Km dari hulu sungai kawasan Pegunungan selatan Jawa Barat di desa Sindangsari, Cisompet lalu menuju ke hilir dan Aliran sungai tersebut bergabung dengan sungai utamanya yaitu Ci Palebuh, dekat pusat kota Pameungpeuk, wilayah pesisir selatan Garut, Jawa Barat menuju Samudera Hindia.[1] Sungai Ci Kaso adalah sungai yang membelah wilayah Kecamatan Pameungpeuk, Garut
Sungai Ci Kaso berasal dari penggabungan dua kata dalam bahasa Sunda yakni Ci yang berarti Air, dan Kaso yang berarti Kayu. Penamaan sungai Ci Kaso ini beralasan karena sungai ini mengalir di wilayah perhutanan tropis yang dipenuhi oleh pepohonan dan kayu-kayu yang lebat.
Sungai Ci Kaso hanya dapat dilayari oleh kapal kecil sekitar 2km dari hilir sungai, sungai ini berbatu, terjal, dan berarus deras pada musim penghujan.
Geografi
Sungai ini merupakan sungai berarus pendek, terjal dan berbatu mengalir di wilayah barat daya pulau Jawa yang beriklim hutan hujan tropis (kode: Af menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[3] Suhu rata-rata setahun sekitar 24°C. Bulan terpanas adalah Maret, dengan suhu rata-rata 25°C, and terdingin September, sekitar 22°C.[4] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 3730mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Desember, dengan rata-rata 542mm, dan yang terendah September, rata-rata 61mm.[5]
Sungai ini mengalir sejauh 18 kilometer dari hulu di utara (Pegunungan selatan Jawa Barat) menuju hilir di Samudera Hindia melewati daerah-daerah yakni sebagai berikut:
Desa Mandalakasih (bergabung dengan Sungai Cipalebuh)
Sosiologis
Sungai Ci Kaso merupakan sungai yang melewati wilayah selatan Kabupaten Garut terutama wilayah Kecamatan Cisompet dan Pameungpeuk. Sebelum dibangunnya jalan raya Cikajang - Pameungpeuk, banyak pemukiman warga di dekat bantaran sungai. Ci Kaso menjadi tempat berkembangnya perkampungan kuno yang berkembang menjadi kawedanan Nagara (Kecamatan Pameungpeuk).
Pada musim penghujan, sungai ini sering meluap dan menyebabkan banjir bandang hingga menghancurkan rumah-rumah, sawah hingga menelan korban jiwa. Hal ini sering terjadi karena penggundulan hutan di hulu, mulai padatnya pemukiman warga di bantaran sungai dan alih fungsi lahan wilayah sekitar sungai Ci Kaso.