Penduduk di sepanjang Sungai Medono memanfaatkan untuk perairan/irigasi serta sumberdaya perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala, atau dengan membudidayakan ikan dalam keramba jaring apung di waduk dan bendungan. Karena banyaknya debit air yang dialirkan oleh sungai ini, maka dibangun sebuah dua waduk waduk (danau buatan) diantaranya Waduk Wadaslintang serta Waduk Pejengkolan. Kedua waduk ini digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan juga untuk irigasi persawahan. Di sepanjang aliran Sungai Medono juga terdapat beberapa bendung seperti Bendung Bedegolan.
Catatan
↑Pengejaan mengikuti pedoman penamaan nama geografi.