Kereta api di atas jembatan kereta api milik Perusahaan Trem Uap Samarang Joana di atas Tanggoelagin (juga disebut Kali Serang), kemungkinan dekat Kudus
Di sungai ini terdapat waduk raksasa, yaitu, waduk Kedung Ombo yang mengairi persawahan di 4 Kabupaten (Grobogan, Demak, Kudus, dan Pati) yang dialirkan melalui sungai Serang dan sungai Lusi.[butuh rujukan]
Sungai Serang mengalir di wilayah barat daya pulau Jawa yang beriklim muson tropis (kode: Am menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[6] Suhu rata-rata setahun sekitar 25°C. Bulan terpanas adalah Oktober, dengan suhu rata-rata 28°C, dan terdingin di Januari, sekitar 23°C.[5] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 2845mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Januari, dengan rata-rata 527mm, dan yang terendah September, rata-rata 35mm.[7]
Pemanfaatan
Pada 1985, pemerintah merencanakan membangun waduk baru di Jawa Tengah untuk pembangkit tenaga listrik berkekuatan 22,5 MW dan dapat menampung air untuk kebutuhan 70 ha sawah di sekitarnya.[butuh rujukan]
Cangkupan genangan waduk ini mencapai 6.576 ha (perairan 2.830 ha dan lahan daratan 3.746 ha) dengan menenggelamkan 37 desa, 7 kecamatan di 3 kabupaten, yaitu Sragen, Boyolali, Grobogan. Sebanyak 5.268 keluarga saat itu kehilangan tanahnya akibat pembangunan waduk ini. Waduk ini akhirnya diresmikan oleh Presiden Soeharto, tanggal 18 Mei1991. Saat ini waduk ini juga sebagai sarana wisata di tiga kabupaten di sekitarnya.[butuh rujukan]