Sungai ini berasal dari danau Kawah Ijen yang pH-nya sangat rendah (di bawah 0,4) dan berkandungan tinggi untuk sulfat (SO4; 70 000mg/kg), klor(21 000mg/kg), fluor (1 500mg/kg), aluminium (5 000mg/kg), besi (2000mg/kg) dan logam lain (tembaga 0,5, seng 4, timah hitam 3mg/kg).[butuh rujukan] Air kawah mengalir keluar lewat pinggir kawah sebelah barat dan muncul kembali dalam bentuk sungai kecil yang merupakan awal dari sungai Banyupahit.[butuh rujukan] Sungai tersebut bercampur dengan sungai berair jernih dan sumber air panas dari kaldera Ijen.[butuh rujukan]
Daerah Aliran Sungai
Aliran Banyupahit atau Kali Pait mengalir keluar dari outletnya melalui celah pada bibir kawah Ijen sebelah utara menuju dataran rendah pesisir utara hingga bermuara ke Laut Jawa di sekitar wilayah Tanjung Jangkar. Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK menunjukan bahwa Banyupahit merupakan bagian dari sistem DAS Jangkar yang bermuara di sebelah timur Teluk Jangkar.[1] Sedangkan dalam sumber lainnya, aliran utama masuk dalam sistem DAS Banyuputih yang bermuara di sisi barat Tanjung Jangkar, sekitar wilayah Sukorejo, Banyuputih.[3]
Geografi
Sungai ini mengalir secara berkala di wilayah timur pulau Jawa yang beriklim muson tropis. Suhu rata-rata setahun sekitar 17°C. Bulan terpanas adalah Oktober, dengan suhu rata-rata 20°C, and terdingin Januari, sekitar 14°C.[4] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 2121mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Januari, dengan rata-rata 407mm, dan yang terendah Agustus, rata-rata 65mm.[5]