Prasasti ini tidak menyebutkan angka tahun penerbitannya tetapi diperkirakan dikeluarkan pada masa Majapahit berdasarkan gaya tulisan dan genre bahasa yang digunakan. Prasasti ini berbahasa Jawa Kuno periode Majapahitan dengan aksara Kawi.
Prasasti Leran berisi mengenai pengukuhan kembali daerah Batwan sebagai kawasan sima (lahan perdikan/bebas pajak). Pengukuhan kembali suatu daerah sangatlah jarang ditemukan pada prasasti-prasasti Majapahit, terlebih lagi prasasti Leran menjelaskan bahwa sima Batwan diperuntukan untuk penyembahan Dewa Wisnu. Selain itu Prasasti Leran memiliki struktur penulisan yang tidak biasa dituliskan pada masa itu dan memuat unsur keagamaan yang kental mengenai turunnya Dewa Wisnu ke dunia untuk mengajari manusia tentang ilmu. Tempat dengan nama "Batwan" juga disebutkan dalam Desawarnana (Negarakertagama) sebagai tempat ibadah kaum Karesian, salah satu agama yang dianut warga Majapahit.
Menurut isi prasasti Leran, sima ri Leran adalah tanah perdikan bebas pajak, yang sebagian penduduknya berdagang. Batasnya di sebelah timur "berupa gerbang timur"; di utara berbatasan dengan "padang rumput milik Si Dukut", berbatasan dengan "tambak Si Bantawan", lurus ke utara berbatasan dengan batu suci tanda sima di ujung Batwan. Di dalamnya "bersemayam arwah suci Rahyangta Kutik" di tempat suci bernama Batwan itu.
Isi Prasasti
Museum Nasional Indonesia menyimpan prasasti Leran dengan nomor inventaris E. 84 a–c, dengan huruf kecil mengacu pada kode lempeng. Lempeng a (pertama) hanya memuat tulisan pada satu sisi, berukuran 40,5 × 9,7 cm; lempeng b (kedua) berukuran 41,2 × 10,0 cm; dan lempeng c (ketiga) berukuran 40,5 × 9,7 cm. Lempeng b dan c bertulisan pada kedua sisinya. Semua sisi memuat lima baris tulisan.[1] Kutipan berikut diambil dari buku Prasasti Koleksi Museum Nasional Jilid 1 halaman 173–174.
Lempeng a sisi 1
1. || Oŋ namaśśiwaya || lumampah sira saŋhyaŋ magawe hyaŋ guru guru. sira saŋ hyaŋ wiṣṇu. samaṅkā ta namanira sari nira. ma
2. bahiri halwā. prapti ḍataŋ ta sira riṅ uttara. tan salaḥ dunuṅan sira. dumunuŋ ri sima nira uliḥ nira maṅhanākên. ikaŋ nuṅgwan rahyang