Prasasti Kamulan adalah cagar budaya berupa prasasti batu yang ditemukan di Desa Kamulan, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur.[1] Prasasti ini ditulis menggunakan bahasa dan aksara Jawa Kuno.[2] Diterbitkan pada tahun 1116 Saka, tepatnya jika menggunakan perhitungan Masehi adalah 31 Agustus 1194. Tanggal ini pula dinobatkan sebagai tanggal hari jadi Kabupaten Trenggalek.
| Prasasti Kamulan |
|---|
| Bahan baku | Batu Andesit |
|---|
| Ukuran | Tinggi 187 cm, lebar bagian atas 86 cm, lebar bagian tengah 94 cm, lebar bagian bawah 82 cm dan tebal 34 cm. |
|---|
| Dibuat | 1116 Śaka atau 1194 Masehi |
|---|
| Ditemukan | Desa Kamulan, Kabupaten Trenggalek |
|---|
| Registrasi | - |
|---|
Prasasti ini dikeluarkan oleh Pāduka Śrī Mahārāja Śrī Sarwweśwara Triwikramāwatārānindita Parākrama Śṛṅgalāncana Digjayottunggadewanāma atau yang lebih dikenal sebagai Kertajaya dari Kerajaan Panjalu (Kaḍiri). Prasasti Kamulan sendiri dapat dikatakan sebagai prasasti yang cukup lengkap,[3][4][5][6]
Adapun isi Prasasti Kamulan adalah cerita mengenai Raja Kertajaya yang tersingkir dari Istana Daha akibat serbuan musuh dari arah timur. Aksi penyerbuan ini terjadi sekitar lima bulan sebelum Prasasti Kamulan dibuat.
" ...lagi kilala mwang kālasana deṣanya paḍapuran ṣrī mahārāja tatkāla nin kentar sangke kaḍatwan ring katang-katang deninkin malr yatik kaprabhun ṣrī mahārāja siniwi ring bhumi Kaḍiri "
Sebelumnya Prasasti Kamulan berada di Museum Wajakensis, Tulungagung, kemudian saat ini telah dipindahkan ke daerah asalnya yakni Kabupaten Trenggalek, ditempatkan di Joglo Kamulyan Pendapa Manggala Praja Nugraha di lingkungan gedung Pemerintah Kabupaten Trenggalek.