Paus Klemens XIV (bahasa Latin:Clemens XIVcode: la is deprecated ; bahasa Italia:Clemente XIVcode: it is deprecated ; 31 Oktober 1705– 22 September 1774), lahir Giovanni Vincenzo Antonio Ganganelli, adalah kepala Gereja Katolik dan penguasa Negara Kepausan dari 19 Mei 1769 hingga kematiannya pada bulan September 1774. Pada saat terpilih, dia adalah satu-satunya biarawan Fransiskan di Dewan Kardinal, yang merupakan anggota Ordo Saudara Dina Konventual. Dia adalah Paus terakhir yang mengambil nama kepausan "Klemens" setelah terpilih.
Ganganelli lahir di Santarcangelo di Romagna pada tahun 1705[1] Sebagai anak kedua dari Lorenzo Ganganelli, lahir pada tahun 1647, seorang dokter yang berasal dari Borgo Pace di Kadipaten Urbino, dan Angela Serafina Maria Mazzi (atau Macci), seorang bangsawan dari Pesaro, dan cucu dari pihak ayah Alessandro Ganganelli dan istrinya Porzia Franceschi. Ia menerima sakramen baptisan pada tanggal 2 November 1705 di gereja paroki Sant'Agata.
Ganganelli awalnya belajar di Verucchio tetapi kemudian menerima pendidikannya dari Serikat Yesus di Rimini sejak tahun 1717. Ia juga belajar dengan para Piaris dari Urbino. Ganganelli masuk ke dalam Ordo Friar Minor Conventual pada tanggal 15 Mei 1723 di Forlì, mengambil nama Lorenzo Francesco. Ia menjalani masa novisiatnya di Urbino, tempat sepupunya Vincenzo menjadi seorang biarawan. Ia diikrarkan sebagai anggota penuh ordo tersebut pada tanggal 18 Mei 1724. Dia dikirim ke biara-biara Pesaro, Fano, dan Recanati dari tahun 1724 hingga 1728 di mana ia melakukan studi teologinya. Dia melanjutkan studinya di Roma di bawah bimbingan Antonio Lucci dan memperoleh gelar doktor di bidang teologi pada tahun 1731.[2]
Imamat dan Kardinal
Ganganelli ditahbiskan sekitar waktu ini setelah menerima gelar doktornya dan mengajar filsafat dan teologi selama hampir satu dekade di Ascoli, Bologna, dan Milan. Ia kemudian kembali ke Roma sebagai rektor perguruan tinggi tempat ia belajar dan kemudian terpilih sebagai Definitior Jenderal dari ordo tersebut pada tahun 1741.[1] Dalam pertemuan umum ordonya pada tahun 1753 dan 1756, ia menolak jabatan jenderal ordonya dan beberapa orang menduga hal itu disebabkan oleh keinginannya untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.[2]
McCoog, Thomas M. (2015). ""Lost in the Title": John Thorpe's Eyewitness Account of the Suppression". Dalam Burson, Jeffrey D.; Wright, Jonathan (ed.). The Jesuit Suppression in Global Context: Causes, Events, and Consequences. Cambridge University Press. ISBN978-1107030589.