Secara historis, ketegangan antara umat Katolik Latin dan mereka yang beribadah dengan liturgi Timur mengakibatkan latinisasi, pembatasan, atau pelarangan liturgi Timur dalam Gereja Katolik. Sejak awal abad ke-20, Paus telah mendorong penggunaan liturgi tradisional di kalangan umat Katolik Timur dan delatinisasi. Penekanan lebih lanjut pada praktik liturgi Katolik Timur dilakukan selama Konsili Vatikan Kedua dengan diterbitkannya Orientalium Ecclesiarum tahun 1964.