Dalam Kekristenan, pengudusan (atau dalam bentuk kata kerjanya, menguduskan) secara harfiah berarti "memisahkan untuk penggunaan atau tujuan khusus", yakni, menjadikan kudus atau sakral (bandingkan bahasa Latin:sanctuscode: la is deprecated ). Oleh sebab itu, pengudusan merujuk pada status atau proses dipisahkan, yaitu "dijadikan kudus", sebagai sebuah bejana yang dipenuhi Roh Kudus. Istilah tersebut dapat digunakan untuk merujuk pada benda-benda yang dipisahkan untuk tujuan khusus, tetapi penggunaan paling umum dalam teologi Kristen adalah merujuk pada perubahan yang dilakukan Allah pada seseorang yang percaya,[1] dimulai dari titik mula keselamatan dan dilanjutkan sepanjang hidup orang percaya tersebut. Ketika digunakan dalam artian ini, pengudusan dikenal sebagai pertumbuhan dalam anugerah. Banyak bentuk Kekristenan meyakini bahwa proses ini akan selesai di Surga, tetapi beberapa (khususnya tradisi Quaker konservatif dan Metodis, termasuk gerakan Kekudusan) percaya bahwa pengudusan seluruhnya dapat terjadi dalam kehidupan ini.[2][3]
Referensi dan catatan
↑Justo L. González, Essential Theological Terms, Westminster John Knox Press, USA, 2005, hlm. 155
↑"Christian Perfection: Works of Piety and Mercy". The United Methodist Church. Diarsipkan dari asli tanggal 2 February 2006. Diakses tanggal 5 July 2011. Christian Perfection is "holiness of heart and life." It is "walking the talk." John Wesley expected Methodists to do not only "works of piety" but "works of mercy"--both of these fused together put a Christian on the path to perfection in love.