Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (disingkat Kepala BKPM) adalah pemimpin lembaga nonkementerian Badan Koordinasi Penanaman Modal. Posisi ini dibentuk di pemerintahan transisi dari Soekarno ke Soeharto pada tahun 1967 dengan nama Ketua Komite Teknis untuk Investasi, pertama kali dijabat oleh Mohammad Sadli.[1]
Pada April 1973, lembaga ini berubah menjadi Badan Koordinasi Penanaman Modal yang dimana Barli Halim ditunjuk sebagai Ketua dan dibantu oleh wakil ketua A.R. Soehoed. Kemudian pada tahun 1985, lembaga ini digabungkan Kementerian Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri, yang dimana Ginandjar Kartasasmita menjabat sebagai Menteri Muda Urusan Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri sekaligus Kepala BKPM.
Pada tahun 1988, kementerian terkait dihapus, dan BKPM kembali berdiri sendiri, dijabat oleh Sanyoto Sastrowardoyo. Lima tahun kemudian pada tahun 1993 posisi BKPM kembali masuk dalam jajaran kabinet dan disandingkan dengan jabatan Menteri Negara Investasi pada Kabinet Pembangunan VI.
Pada tahun 2001, BPM–PBUMN dibubarkan dan BKPM lahir kembali.[3]
Setelah 20 tahun pada tahun 2021, BKPM kembali digabungkan dengan Kementerian Investasi sehingga posisi ini disandingkan dengan posisi menteri. Kemudian nonmenklatur kementerian ini diubah menjadi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ BKPM pada tahun 2024 di Kabinet Merah Putih.
Daftar
Saat ini telah ada 20 pejabat yang pernah menduduki posisi ini. Berikut adalah daftar nama-nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia.
12"About BKPM: Historical Timeline". Indonesia Investment Coordinating Board. Indonesia Investment Coordinating Board. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-02-02. Diakses tanggal 3 Februari 2018.