Pada tahun 1972, dibentuk badan Badan Search and Rescue Indonesia (BASARI). BASARI ini diketuai oleh Menteri Perhubungan, yang dimana pelaksanaannya dilakukan oleh Pusat Koordinasi SAR Indonesia (PUSARNAS).[1] PUSARNAS dipilih oleh Kepala dari Departemen Perhubungan. Kepala PUSARNAS pertama kali dijabat oleh Sunarto Dono Indarto, perwira ABRI Angkatan Udara.
PUSARNAS berubah menjadi BASARNAS pada tahun 1980, dipimpin oleh kepala dan tetap berada di bawah Departemen Perhubungan. Pada tahun 2008, Kepala BASARNAS yang awalnya bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan berpindah tanggung jawabnya langsung kepada presiden seiring dengan perubahan status BASARNAS menjadi lembaga pemerintah non-departemen di akhir tahun 2007.[2][3]
Nomenklatur Badan SAR Nasional kemudian berubah menjadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, sehingga nama jabatannya berubah menjadi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (disingkat Kepala BNPP). Walaupun berubah nomenklatur, Keplaa BNPP tetap disebut juga sebagai Kepala BASARNAS.
Sepanjang sejarah, lembaga ini selalu dipimpin oleh perwira tentara militer. Sejak tahun 2008, lembaga ini selalu di pimpin oleh perwira tinggi berpangkat bintang tiga dari Tentara Nasional Indonesia baik TNI AD (Letnan Jenderal), TNI AL (Laksamana Madya), maupun TNI AU (Marsekal Madya).
Daftar Pejabat
Berikut ini adalah nama-nama Kepala BNPP/Kepala Basarnas dari Masa ke Masa.