Meski Carnosauria sebagian besar secara historis dianggap sebagai kelompok yang sama dengan Allosauroidea, beberapa studi terbaru telah mengembalikan kembali Carnosauria sebagai sebuah klad yang mencakup Allosauroidea dan Megalosauroidea (yang terkadang disimpulkan sebagai klad parafiletik berkenaan dengan Allosauroidea), sehingga mencakup sebagian besar aggota non-coelurosauria dari klad theropoda Tetanurae. Ahli lain menyimpulkan Allosauroidea dan Megalosauroidea sebagai kelompok yang tidak berkerabat.[1]
Ciri distingtif dari Carnosauria adalah orbit yang besar, tengkorak yang sempit dan panjang, serta modifikasi kaki dan panggul seperti femur yang lebih panjang dari tibia.[2]
Carnosauria pertamakali hadir pada periode Jura Tengah sekitar 174 juta tahun silam, dan famili carnosauria pasti terakhir, Carcharodontosauridae, punah pada subkala Turonium pada periode Kapur Akhir sekitar 90 juta tahun silam. Beberapa sisa-sisa theropoda, awalnya diduga sebagai carcharodontosaurid dari subkala Maastrichtium (72-66 jtl) di Amerika Selatan, belakangan diinterpretasikan ulang sebagai anggota kelompok theropoda lainnya seperti Abelisauridae dan Maniraptora.[3][4]
↑Hutchinson, John R. (7 November 2005) [Originally published 11 November 1995]. Smith, Dave (ed.). "Tremble Before the Carnosauria!". University of California Museum of Paleontology. Diakses tanggal 5 March 2024.
↑Delcourt, R.; Grillo, O.N. (2017). "Carcharodontosaurids remained extinct in the Campanian-Maastrichtian: Reassessment of a fragmentary maxilla from Presidente Prudente Formation, Brazil". Cretaceous Research. 84: 515–524. doi:10.1016/j.cretres.2017.09.008.
↑Rafael Delcourt; Natan S. Brilhante; Orlando N. Grillo; Aline M. Ghilardi; Bruno G. Augusta; Fresia Ricardi-Branco (2020). "Carcharodontosauridae theropod tooth crowns from the Upper Cretaceous (Bauru Basin) of Brazil: A reassessment of isolated elements and its implications to palaeobiogeography of the group". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 556 109870. Bibcode:2020PPP...55609870D. doi:10.1016/j.palaeo.2020.109870. S2CID224864035.