130.246–138.708 korban jiwa 7.500–8.000 tewas[11] 10.000–11.000+ terluka ~120.000+ ditangkap atau hilang 440~ pesawat hancur[12][13]
9.657–14.768 korban jiwa 3.507–5.240 tewas 6.150–9.528 terluka[14] >30 tank hancur 331 pesawat hilang (92 dalam pertempuran)[15] 108–331 pesawat rusak atau hancur[16][17]
Pertempuran Malaya adalah perang terbuka antara Sekutu dan Jepang di Malaya yang berlangsung sejak 8 Desember1941 hingga 31 Januari1942, sebagai bagian dari Perang Dunia II. Kampanye ini didominasi oleh pertempuran darat antara pihak Persemakmuran Britania dan Jepang. Bagi orang-orang Inggris, India, Australia dan Malaya yang mati-matian berusaha mempertahankan koloni ini, perang ini menjadi bencana karena berakhir dengan kekalahan dan awal masa-masa kerja paksa bagi mereka yang tertangkap.
Kejatuhan Malaya, dan kemudian Singapura, menjadi lonceng pertanda kematian bagi Hindia Belanda, yang jatuh kurang dari dua bulan kemudian dan berarti akan mengakhiri penjajahan yang telah berlangsung ratusan tahun di wilayah Asia Tenggara.
↑Between Singapore and Malaya, the Japanese captured 300 field guns, 180 mortars/howitzers, 100 anti-aircraft guns, 54 fortress guns, 108 1-pounder guns (likely a typo meant to say 2-pounder[butuh rujukan]), and, on the mainland, another 330 guns of unspecified type. Kevin Blackburn, Karl Hack. "Did Singapore Have to Fall?: Churchill and the Impregnable Fortress". Routledge. 1 November 2003. Page 193 gives a total of 225 25-pounders and 18-pounders for the campaign, but this number excludes 4.5-inch and 3.7-inch howitzers and 75mm field guns, as well as fortress guns. Page 74 gives a total of 226 for British artillery pieces during the siege of Singapore itself, including fortress guns (172 without them).
↑50 armoured vehicles were captured on Malaya and 200 on Singapore, mostly Universal Carriers and armoured cars; includes 23 Mark VI light tanks.
↑1,800 trucks and 13,600 cars and other vehicles were lost to the Japanese on both Singapore and the mainland.[butuh rujukan]